Pemerintah Kaji Perbaikan Aturan Tax Holiday untuk Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

IVOOX.id – Pemerintah akan memantau dan mengkaji perbaikan ketentuan insentif pajak tax holiday menyusul berakhirnya masa berlaku aturan fasilitas tersebut pada 2025. Evaluasi dilakukan untuk melihat penyempurnaan regulasi yang mengatur pemberian insentif bagi dunia usaha dan investor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan memonitor perbaikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menjadi dasar pemberian fasilitas tax holiday. Namun, ia belum mengungkapkan waktu penerbitan aturan baru maupun skema perubahan insentif yang akan diterapkan.
“Tax holiday nanti kita akan monitor perbaikan PMK-nya,” kata Airlangga dalam konferensi pers pada Kamis (5/11/2026).
Selain mengevaluasi kebijakan insentif perpajakan, pemerintah berupaya menjaga rasio investasi di kisaran 30 persen. Menurut Airlangga, tingkat investasi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan efisiensi kegiatan ekonomi agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan nasional.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penurunan biaya logistik. Pemerintah tengah mendalami berbagai langkah untuk menekan biaya tersebut sekaligus memperbaiki rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yaitu indikator yang menggambarkan efisiensi penggunaan investasi dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
Airlangga menilai, perbaikan ICOR dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 hingga 7,5 persen, dengan asumsi rasio investasi tetap terjaga sekitar 30 persen.
Ia mencontohkan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri yang memiliki angka ICOR di bawah 4. Tingkat efisiensi tersebut dinilai dapat menjadi gambaran potensi peningkatan produktivitas investasi di Indonesia.
“Kalau dengan investasi 30 persen, kemudian kalau ICOR-nya bisa ditekan seperti di Kawasan Ekonomi Khusus atau di kawasan industri yang angkanya kurang dari 4, maka pertumbuhan 7 sampai 7,5 persen itu bisa dikejar,” ujar Airlangga.
Menurutnya, terdapat sejumlah langkah yang dapat segera didorong pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut mencakup peningkatan ekspor, penurunan biaya logistik, serta perbaikan efisiensi investasi melalui penurunan ICOR.
Ketiga aspek itu dinilai sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pemerintah pun akan terus mendorong optimalisasi berbagai sektor tersebut agar investasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi.
“Jadi low-hanging fruit-nya adalah kita dorong terus ekspor, kemudian terkait dengan logistik, dan juga bagaimana kita meningkatkan ICOR-nya,” katanya.


0 comments