Pemerintah Guyur 10,9 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati untuk Tekan Harga | IVoox Indonesia

26 Februari 2026

Pemerintah Guyur 10,9 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati untuk Tekan Harga

Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati
Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. ANTARA/HO-Kementan

IVOOX.id – Pemerintah telah mendistribusikan cabai rawit merah (CRM) sebanyak 10,9 ton hingga Selasa, 24 Februari 2026, untuk menekan lonjakan harga di pasaran. Pasokan CRM yang bersumber dari Champion Cabai binaan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) secara konsisten didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) dalam seminggu terakhir ini. 

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan dari jumlah itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyokong subsidi biaya distribusi setidaknya sebanyak 7 ton, terutama untuk mobilisasi stok yang menggunakan angkutan udara.

"Cabai rawit merah yang agak tinggi belakangan ini, memang di hulunya sudah tinggi. Oleh karena itu, langkah yang kami tempuh sebagaimana arahan dari Bapak Kepala Bapanas, maka kami sudah menggerakkan sampai sekarang lebih dari 4 ton cabai rawit merah ke PIKJ," ujarnya dalam siaran pers Rabu (25/2/2026).

Rinciannya, diawali pada 19 Februari dengan pasokan CRM sebanyak 980 kilogram (kg) berhasil sampai di PIKJ dari Champion Cabai Magelang Jawa Tengah (Jateng). Esoknya 538 kg CRM kembali sampai di PIKJ pada 20 Februari dari Champion Cabai Bandung Jawa Barat (Jabar).

Mobilisasi stok CRM semakin meningkat pada 21 Februari sejumlah 1.050 kg dari Champion Cabai Enrekang Sulawesi Selatan (Sulsel). Pada 22 Februari Champion Cabai Magelang Jateng kembali pasok ke PIKJ sebanyak 1.750 kg. Besoknya 1.260 kg datang dari Champion Cabai Magelang Jateng ditambah 750 kg dari Champion Cabai Garut Jabar.

Pada 24 Februari mobilisasi stok pecah rekor tertinggi karena tembus hingga 4.600 kg dalam sehari. Pasokan ini berasal dari Champion Cabai Enrekang Sulsel 2.100 kg dan Champion Cabai Magelang Jateng 2.500 kg. Diharapkan pasokan CRM dari PIKJ yang dilepas dengan harga antara Rp 60.000 sampai Rp 65.000 per kg di tingkat pengecer dapat menekan harga di pasar turunannya.

"Kita upayakan masuk dulu cabai ini ke pasar induk, sehingga harga mudah-mudahan bisa kita kendalikan karena pasokan sudah mulai bergerak. Tentunya ini berjalan berkat kolaborasi dengan tim Ditjen Hortikultura Kementan bersama seluruh Champion Cabai binaannya," ujar Ketut.

Kendati demikian, titik cerah kestabilan harga CRM mulai terlihat dengan proyeksi produksi cabai yang akan mulai meningkat ke depannya. Tingkat curah hujan yang mulai melandai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan panen cabai oleh petani domestik.

"Teman-teman sedulur petani menyatakan harga akan sudah mulai menurun karena curah hujan sudah mulai menurun, sehingga mereka mulai berani metik semakin banyak.Oleh karena itu, harapan kita dalam beberapa hari ini, harga cabai sudah mulai turun," kata Ketut.

0 comments

    Leave a Reply