Pembiayaan PNM Jangkau 22,9 Juta Nasabah pada Lebih dari 60 Ribu Desa | IVoox Indonesia

February 4, 2026

Pembiayaan PNM Jangkau 22,9 Juta Nasabah pada Lebih dari 60 Ribu Desa

Seorang staf PT PNM melakukan pendampingan
Ilustrasi- Seorang staf PT PNM melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha mikro di sektor pertanian (Antara/HO/PT PNM)

IVOOX.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyatakan saat ini jangkauan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus memberikan pembiayaan dan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) itu telah hadir di 60.250 desa/kelurahan dari 84.000 desa/kelurahan dengan total layanan 22,9 juta nasabah.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan jumlah nasabah yang semakin besar menuntut perusahaan untuk terus menguatkan layanan, agar misi pemberdayaan serta pemberian akses permodalan dapat lebih mudah diakses secara efektif dan tepat guna.

"Para nasabah tersebut selalu mengadakan kegiatan pertemuan bersama AO (Account Officer) PNM setiap minggunya sebagai komitmen perusahaan untuk terus memberikan pemberdayaan kepada kelompok subsisten," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/2/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, setiap tahun PNM menyalurkan dana minimal Rp1 miliar di setiap desa memberikan dampak secara langsung yang dirasakan oleh setiap anggota keluarga prasejahtera.

"Artinya, PNM bukan hanya memberikan nilai ekonomi tetapi juga sosial dan terus akan menjadi komitmen perusahaan ini dalam melakukan transformasi melalui re-modeling proses bisnis," katanya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PNM 2026.

Pada kesempatan tersebut Group CEO BRI Hery Gunardi mengapresiasi kinerja pemberdayaan yang dilakukan PNM sebagai bagian dari Holding UMi bersama BRI dan Pegadaian.

"Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia khususnya prasejahtera yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurut dia PNM dapat menjadi lembaga keuangan yang memberikan dampak besar dalam pemberdayaan masyarakat prasejahtera dengan didukung oleh digitalisasi dan peningkatan kualitas SDM dan PKM (Pertemuan Kelompok Mingguan).

"Digitalisasi dan pertemuan kelompok mingguan perlu untuk terus didorong, dan didukung juga oleh pengembangan SDM yang berkualitas," katanya.

0 comments

    Leave a Reply