Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 92,9 Persen pada 2025 | IVoox Indonesia

April 6, 2026

Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 92,9 Persen pada 2025

Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia
Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 92,9 Persen pada 2025. IVOOX.ID/doc Maybank Indonesia

IVOOX.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan signifikan dalam mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sepanjang 2025. Bank tersebut berhasil membukukan penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp8,24 triliun, meningkat 92,9 persen secara tahunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menangkap peluang transisi menuju ekonomi rendah karbon, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor ramah lingkungan. Realisasi pembiayaan ini dihitung berdasarkan kerangka Sustainable Product Framework (SPF) dan Transition Finance Framework (TFF) yang diterapkan oleh grup Maybank dan mengacu pada standar global. Secara kumulatif, sejak 2021 hingga 2025, total pembiayaan berkelanjutan yang telah dimobilisasi mencapai Rp17,31 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi pembiayaan di sektor hijau, khususnya transportasi ramah lingkungan. Pembiayaan pada sektor ini tercatat sebesar Rp4,6 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Rp2,1 triliun pada tahun sebelumnya.

“Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui pembiayaan kendaraan listrik maupun pembiayaan pada rantai nilai pendukungnya,” ujar Steffano dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Jumat (3/4/2026).

Di segmen ritel, peningkatan pembiayaan turut didukung oleh kolaborasi dengan entitas anak, yakni Maybank Finance dan WOM Finance, yang menyediakan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid untuk berbagai jenis kendaraan.

Selain sektor transportasi, Maybank Indonesia juga menyalurkan pembiayaan pada sektor energi terbarukan sebesar Rp315 miliar, serta pada pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan sebesar Rp500 miliar. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Bank dalam mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, Bank juga memperkuat portofolio investasi pada instrumen keuangan berkelanjutan, seperti green bonds atau sukuk senilai Rp1,5 triliun. Selain itu, pembiayaan berbasis Sustainability-Linked Financing tercatat mencapai Rp1,1 triliun, yang dirancang untuk mendorong pencapaian target keberlanjutan bagi nasabah sekaligus memperkuat integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam aktivitas bisnis.

Pada kategori sosial, pembiayaan difokuskan pada pengembangan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja dengan total nilai Rp172 miliar. Sementara itu, berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan yang disalurkan hingga 2025 mencapai Rp21,23 triliun atau sekitar 19,55 persen dari total kredit Bank.

“Mayoritas pembiayaan yang kami salurkan diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, sejalan dengan misi Humanising Financial Services,” ujar Steffano.

Komitmen keberlanjutan juga tercermin dari capaian non-finansial, di antaranya peningkatan kesejahteraan lebih dari 400 ribu rumah tangga serta penurunan emisi karbon operasional sebesar 30,84 persen dibandingkan baseline 2019.

0 comments

    Leave a Reply