Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah untuk Bandung Raya Dikebut | IVoox Indonesia

May 11, 2026

Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah untuk Bandung Raya Dikebut

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat saat bersepakat dengan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, dan Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam pengentasan masalah sampah Bandung Raya di Oxbow Cicukang, Margaasih, pada Minggu. (10/5/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.

IVOOX.id – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) untuk wilayah Bandung Raya secepatnya dikerjakan untuk menangani darurat sampah di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat.

“Tentu tidak ingin berlarut-larut (perihal proyek ini), kalau diputuskan dalam rakor, maka lelang proyek waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi) ini bisa segera dilakukan,” katanya di Kabupaten Bandung, Minggu (10/5/2026), dikutip dari Antara.

Jumhur mencanangkan percepatan pembangunan salah satu proyek kawasan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Oxbow Cicukang Margaasih untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak. KLH bersama tim teknis, kata dia, telah meninjau lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat pembangunan dan menilai lebih layak dibandingkan rencana sebelumnya karena jauh dari permukiman warga dan dekat dengan sumber air.

“Lokasi ini jauh lebih memadai karena jauh dari permukiman masyarakat dan dekat dengan sumber air,” ujarnya.

Menurut dia, proses lelang hingga penunjukan pelaksana diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun dan fasilitas pengolahan sampah tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam 1,5 hingga 2 tahun mendatang jika berjalan lancar.

Selama proses pembangunan berlangsung, KLH bersama pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan sementara melalui penggunaan insinerator dan teknologi refuse derived fuel (RDF).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan mendukung langkah tersebut karena penanganan sampah di Bandung Raya menjadi salah satu prioritas.

“Pak Gubernur memiliki komitmen bahwa salah satu prioritas utama adalah menyelesaikan persoalan sampah di Bandung Raya,” kata Herman, dikutip dari Antara.

Ia berharap program tersebut menjadi salah satu upaya yang dapat mengatasi persoalan sampah yang ada di Bandung Raya selama ini.

Di sisi lain, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengatakan Kabupaten Bandung masih menghadapi kondisi darurat sampah akibat keterbatasan kuota pembuangan.

Dirinya menjelaskan bahwa produksi sampah saat ini telah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sedangkan kuota pembuangan hanya sekitar 280 ton per hari. “Kondisi darurat sampah akibat keterbatasan kuota 280 ton per hari, sementara produksi sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari," kata Dadang, dikutip dari Antara.

Bupati juga menyebut dirinya memahami perasaan masyarakat yang ingin permasalahan ini dapat selesai segera sehingga pihaknya terus mendorong percepatan program dalam pengentasan masalah tersebut.

Ia meminta kepada masyarakat ikut berkontribusi dengan mengurangi produksi sampah serta melakukan pengelolaan sampah di tingkat hulu agar dapat mengurangi dampak sampah di wilayah tersebut.

0 comments

    Leave a Reply