Pekerja Jabodetabek Dinilai Lebih Bahagia, Peluang Kerja dan UMR Jadi Faktor Penentu | IVoox Indonesia

February 4, 2026

Pekerja Jabodetabek Dinilai Lebih Bahagia, Peluang Kerja dan UMR Jadi Faktor Penentu

Wisnu Dharmawan, Acting Managing Director untuk Indonesia dari Jobstreet by SEEK
Wisnu Dharmawan, Acting Managing Director untuk Indonesia dari Jobstreet by SEEK dalam konferensi pers di kantor Jobstreet by SEEK di Jakarta pada Selasa (3/2/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar 

IVOOX.id – Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dinilai memiliki tingkat kebahagiaan pekerja yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Kondisi ini terutama didorong oleh besarnya peluang kerja serta tingkat upah minimum yang lebih tinggi, sehingga memberikan rasa aman ekonomi yang lebih kuat bagi para pekerja.

Acting Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia, Wisnu Dharmawan, menjelaskan bahwa perbedaan paling menonjol antara Jabodetabek dan daerah lain terletak pada ketersediaan lapangan kerja. Menurutnya, Jabodetabek masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi nasional yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dari berbagai sektor.

“Kalau dilihat perbedaannya, yang paling kelihatan adalah job opportunity-nya. Di Jakarta dan Jabodetabek, peluang kerja memang jauh lebih besar,” kata Wisnu saat ditemui di Kantor Jobstreet by SEEK, Gedung RDTX Place, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).

Selain peluang kerja yang lebih luas, Wisnu juga menyoroti besaran Upah Minimum Regional (UMR) di kawasan Jabodetabek yang relatif lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia. Faktor upah ini dinilai berperan penting dalam meningkatkan rasa aman finansial pekerja, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.

Namun demikian, Wisnu menegaskan bahwa temuan tersebut belum didasarkan pada analisis hubungan sebab-akibat secara langsung. Ia menyebut laporan yang disusun lebih berfokus pada pembacaan kondisi pasar tenaga kerja secara umum, bukan kajian statistik mendalam mengenai korelasi antarvariabel. “Dalam laporan ini kami belum menganalisis korelasi secara spesifik. Ini lebih pada pembacaan kondisi pasar kerja yang ada,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei Jobstreet by SEEK Workplace Happiness Index Indonesia 2025–2026, perbedaan tingkat kebahagiaan pekerja antardaerah sebenarnya tidak terlalu mencolok. Seluruh wilayah di Indonesia masih berada dalam rentang skor yang relatif berdekatan dan tidak menunjukkan jurang perbedaan yang ekstrem.

Meski demikian, Wisnu menilai tantangan terbesar di luar Jabodetabek adalah keterbatasan pilihan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat ruang tawar pekerja di daerah menjadi lebih sempit, baik dari sisi pengembangan karier, mobilitas kerja, maupun peningkatan kesejahteraan.

Konsentrasi pasar tenaga kerja di wilayah perkotaan besar juga tercermin dari pola perekrutan yang terjadi di platform pencarian kerja. Wisnu mengungkapkan bahwa sekitar satu juta lowongan pekerjaan yang muncul di Jobstreet setiap tahun masih didominasi oleh wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Ke depan, Jobstreet by SEEK berharap adanya pemerataan investasi dan pertumbuhan industri di berbagai daerah dapat membuka lebih banyak lapangan kerja di luar Jabodetabek. Dengan demikian, kesenjangan kesempatan kerja antardaerah dapat ditekan, sekaligus meningkatkan tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan pekerja secara lebih merata di seluruh Indonesia.

0 comments

    Leave a Reply