Pegiat Lingkungan Lakukan Sensus Burung Air di Danau Limboto | IVoox Indonesia

February 8, 2026

Pegiat Lingkungan Lakukan Sensus Burung Air di Danau Limboto

Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) melakukan sensus burung air di Danau Limboto
Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) melakukan sensus burung air di Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (7/2/2026). ANTARA/HO-BIOTA

IVOOX.id – Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) melakukan sensus burung air di Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Penggiat lingkungan BIOTA Iwan Hunowu mengatakan ratusan individu burung air residen (penetap) dan jenis migran (pendatang) di Danau Limboto tercatat dalam pengamatan dan sensus burung air Asia (Asian Waterbird Census).

Jenis burung-burung tersebut antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), cangak merah (Ardea purpurea), gagang bayam (Himantopus himantopus), kirik-kirik laut (Merops philippinus), layang-layang batu (Hirundo tahitica), perkutut (Geopelia striata), tekukur (Spilopelia chinensis), kicuit batu (Motacilla cinerea), dederuk merah (Streptopelia tranquebarica), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), Dara laut (Sterna sp), kerakbasi (Acrocephalus), cerek kalung kecil (Charadrius dubius), cerek tilil (Charadrius alexandrinus), Tikusan alis-putih (Poliolimnas cinereus) dan dua jenis burung masih belum teridentifikasi.

“Pengamatan dan sensus burung dimulai pukul 06.00 WITA di tepi Danau Limboto,” kata Iwan di Gorontalo, Sabtu (7/2/2026), dikutip dari Antara.

Dalam penghitungan burung air ini, sejumlah pengamat menggunakan peralatan khusus, yaitu teropong (binocular), spotting scope dan buku panduan lapangan.

Sensus burung air di Gorontalo secara rutin dilaksanakan BIOTA, berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Gorontalo dan program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Ia juga bersama 80 orang dari lembaga kolaborator ditambah mahasiswa Fakutas Hukum dan Fakultas Farmasi UNG, Ketua Program Studi Konservasi Hutan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo.

Mereka mengamati burung dan mencocokkan dengan gambar di buku panduan lapangan, upaya ini tidak serta merta dapat mengidentifikasi. Bagi pengamat pemula, dibantu para pengamat burung yang berpengalaman.

Penghitungan burung air sangat mudah dilakukan, bahkan banyak dari peserta merasakan penasaran dan menyenangkan.

Salah satu alasannya adalah burung air sangat mudah dijumpai dan dapat ditemukan di berbagai jenis lahan basah, seperti sungai, danau, atau sawah.

Burung-burung ini memesona dan memegang peranan penting dalam fungsi ekosistem.

“Sejak awal abad ke-20, telah disadari bahwa burung-burung ini hanya dapat dilestarikan dan dikelola secara berkelanjutan melalui kolaborasi internasional,” kata Koordinator AWC Indonesia yang juga Ketua Sekretariat Kemitraan Nasional Konservasi Burung Bermigrasi dan Habitatnya (KNKBBH) Ragil Satriyo Gumilang.

Ragil menjelaskan burung air telah memikat para pengamat burung amatir dan relatif mudah untuk dihitung.

Hal ini menjadikan burung ini ideal untuk dilakukan pemantauan jangka panjang karena relatif efisien biayanya untuk disurvei dari tahun ke tahun, terutama karena dilakukan melalui jaringan sukarelawan.

Sejak 1967 puluhan ribu orang di seluruh dunia mengunjungi lahan basah setiap tahun untuk mengambil bagian dalam Sensus Burung Air Internasional (International Waterbird Census).

Pada bulan Januari dan Februari banyak spesies burung air yang berkumpul dalam jumlah besar di lahan basah.

Ini memberikan peluang bagus bagi para pengamat burung untuk memantau jumlah, tren dan perubahan distribusi populasi burung air, serta mengidentifikasi lokasi-lokasi penting.

Sejak tahun 1967, selama 60 tahun terakhir Sensus Burung Air Internasional telah berkembang menjadi salah satu program pemantauan keanekaragaman hayati terbesar dan paling lama dilaksanakan di dunia.

Salah satunya dilaksanakan di Danau Limboto, Gorontalo.

0 comments

    Leave a Reply