PBB Tuntut Pembebasan Dua Aktivis Armada Global Sumud Flotila yang Ditahan Israel

IVOOX.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pembebasan dua aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan oleh Israel ketika menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza.
Seruan PBB itu disampaikan setelah pengadilan Israel memutuskan memperpanjang masa penahanan Thiago de Avila asal Brazil dan aktivis Spanyol keturunan Palestina, Saif Abukeshek.
"Mereka harus dibebaskan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026), dikutip dari Antara.
Namun, ia tidak memberikan komentar lebih lanjut tentang penahanan keduanya
Pasukan Israel menyerang armada Global Sumud pada 30 April di dekat pulau Kreta, Yunani, sekitar 600 mil laut dari wilayah Gaza yang diblokade.
Adalah, sebuah kelompok advokasi Israel untuk warga Palestina di dalam Israel, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Anadolu bahwa para aktivis akan tetap ditahan hingga 10 Mei.
Pengacara para aktivis menekankan selama persidangan bahwa "tuduhan terhadap mereka tidak berdasar” dan terus menahan keduanya adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum.
Adalah mengatakan bahwa de Avila dan Abukeshek menerima "ancaman kematian" di penjara-penjara Israel, tempat mereka ditahan dalam isolasi total di bawah terang lampu terus menerus selama 24 jam sehari.
Spanyol dan Brasil mengecam dengan sangat keras penculikan dua warga negara mereka di perairan internasional oleh Israel dalam tindakan yang mereka sebut sebagai tindakan ilegal secara terang-terangan.
Dalam pernyataan bersama pada Jumat, 1 Mei 2026, pemerintah Spanyol dan Brasil mengatakan kedua aktivis tersebut berada di atas kapal armada Sumud flotilla, yang dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional, dan tidak dibebaskan baik saat kapal disita maupun setelah penumpang dan awak diturunkan di pulau Kreta.
“Tindakan ilegal yang terang-terangan oleh otoritas Israel di luar yurisdiksinya ini merupakan pelanggaran hukum internasional, yang dapat diajukan ke pengadilan internasional, serta dapat merupakan tindak pidana menurut hukum nasional masing-masing negara kami,” bunyi peringatan dalam pernyataan tersebut, dikutip dari Antara.
Pemerintah Spanyol dan Brasil menuntut agar pemerintah Israel segera memulangkan warga negara mereka dengan jaminan keselamatan penuh serta memberikan akses konsuler segera untuk bantuan dan perlindungan.
Armada bantuan kemanusiaan global Global Sumud flotilla diserang pada Kamis, 30 April 2026, di dekat pulau Yunani yang berjarak sekitar 600 mil laut dari tujuannya, yakni wilayah Gaza yang dilanda blokade.
Kapal-kapal pertama flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan yang berasal dari 70 negara berangkat dari Barcelona pada 12 April, sementara armada utama berlayar dari pulau Sisilia, Italia pada 26 April dengan tujuan menembus blokade Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007 yang membuat sekitar 2,4 juta penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.
Militer Israel melancarkan serangan brutal selama dua tahun di Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan lebih dari 72.000 orang, melukai lebih dari 172.000 lainnya, serta menyebabkan kehancuran besar di seluruh wilayah yang terkepung tersebut.


0 comments