PBB Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Praka Rico dalam Misi Perdamaian UNIFIL | IVoox Indonesia

April 26, 2026

PBB Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Praka Rico dalam Misi Perdamaian UNIFIL

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nabatieh, Lebanon (UNIFIL),
Arsip foto - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nabatieh, Lebanon (UNIFIL), pada 20 Oktober 2025. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.

IVOOX.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL yang mengalami luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengaku “sangat bersedih” ketika harus menyampaikan wafatnya “seorang penjaga perdamaian yang penuh keberanian”.

“Kopral Rico Pramudia dari Indonesia, yang mengalami luka kritis pada 29 Maret, telah meninggal dunia akibat luka-lukanya. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta kepada Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia,” tulis Lacroix di platform media sosial X, Jumat (24/4/2026), dikutip dari Antara.

Sebelumnya, UNIFIL mengumumkan wafatnya Praka Rico (31), usai dirawat selama hampir sebulan di satu rumah sakit di Beirut karena luka parahnya itu.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di X, dikutip dari Antara.

Menyusul pengumuman UNIFIL, Kementerian Luar Negeri Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya pasukan pemelihara perdamaian (peacekeeper) Indonesia.

Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Indonesia juga terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.

Dengan gugurnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.

Adapun prajurit TNI yang sebelumnya gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang sama yang awalnya mengakibatkan Praka Rico terluka.

Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan tujuh tentara TNI terluka, selain Praka Rico.

Di samping Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan usai patroli mereka diserang pada 18 April.

Praka Rico Pramudia. ANTARA/HO-Tangkapan layar unggahan foto akun instagram resmi Kementerian Pertahanan

Praka Rico Pramudia. ANTARA/HO-Tangkapan layar unggahan foto akun instagram resmi Kementerian Pertahanan

Kemhan Sebut Praka Rico Sempat Jalani Perawatan Medis

Terpisah, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan satu prajurit TNI yang bertugas di Lebanon, yakni Praka Rico Pramudia gugur setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Dalam unggahan akun resmi instagram Kementerian Pertahanan, dijelaskan bahwa pihak Kementerian Pertahanan mengucapkan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI AD itu.

"Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam penugasan," seperti dikutip dari akun instagram resmi Kementerian Pertahanan di Jakarta, Jumat (24/4/2026), dikutip dari Antara.

Untuk diketahui, Praka Rico merupakan salah satu dari tiga prajurit TNI yang mengalami luka akibat penyerangan di Lebanon pada Minggu, 23 Maret 2026.

"Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Senin (20/4/2026), dikutip dari Antara.

Aulia menjelaskan mereka mengalami luka setelah pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan terkena serangan artileri pada Minggu , 29 Maret 2026.

Dalam kejadian itu, Praka Farizal Romadhon yang juga berada di tempat yang sama dengan Rico gugur, karena terkena serangan langsung.

Rico yang mengalami luka berat langsung dilarikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut menggunakan helikopter agar bisa mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Namun, setelah beberapa pekan perawatan intensif, Rico dinyatakan gugur di rumah sakit.

0 comments

    Leave a Reply