Pasokan Mulai Mengetat, Harga Minyak di Pasar Asia Relatif Stabil | IVoox Indonesia

7 Maret 2026

Pasokan Mulai Mengetat, Harga Minyak di Pasar Asia Relatif Stabil

IEA: Permintaan Minyak Global Bakal Meningkat Tahun 2023

iVOOXid, Singapura – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 3 sen menjadi US$48,54 per barrel pada pukul 11.00 pagi waktu Singapura. Harga WTI pada perdagangan Jumat pekan lalu sempat melesat 3%. Sementara itu, harga minyak mentah Brent turun 1 sen menjadi US$52,70 per barel. Demikian dilaporkan Reuters di Singapura, Senin (21/08/2017).

Harga minyak mentah di Pasar Asia pada Senin pagi ini terlihat relatif stabil sambil mempertahankan kenaikan harga yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Kendati demikian, kenaikan produksi minyak mentah Amerika diperkirakan akan kembali membebani pasar yang berharap pasokan dapat terus mengetat pasca penurunan cadangan minyak negeri Paman Sam tersebut sebesar 13% dari puncaknya pada Maret 2017 menjadi 466,5 juta barel pada saat ini.

Para pedagang menilai, kenaikan harga minyak mentah agak tertahan oleh kenaikan produksi minyak mentah Amerika yang saat ini telah menembus 9,5 juta barel per hari (bph). Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juli 2015.

Seorang petinggi Baker Huges, sebuah perusahaan jasa energi di AS, pada Jumat (18/08/2017), berpendapat, kenaikan produksi minyak mentah Amerika pada minggu kedua dalam tiga pekan terakhir ini diperkirakan bakal segera melambat karena berbagai perusahaan energi di AS banyak yang mengurangi kegiatan pengeboran untuk menemukan sumber cadangan minyak baru.

Petinggi tersebut menuturkan, perusahaan pengeboran minyak mentah di AS telah mengistirahatkan lima unit rig minyak dalam pekan yang berakhir hingga 18 Agustus 2017 lalu. Karena itu, total rig yang beroperasi saat ini hanya sebanyak 763 unit.

Seorang analis perminyakan dari ANZ Bank mengungkapkan, jumlah rig yang beroperasi di Amerika saat ini mengalami penurunan yang terbesar sejak Januari 2017 lalu. Kondisi itu tampaknya memperkuat pertanda, bahwa pasar minyak mentah dunia saat ini sedang mengetat.

“Kendati volume produksi mulai meningkat, penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat telah mengindikasikan bahwa pasar mulai mengetat,” tutur analis ANZ Bank tersebut.

William O`Loughlin, analis investasi dari Rivkin Securities Australia, mengungkapkan, kendati menurut data inventaris, kegiatan penyeimbangan kembali (rebalance) di pasar minyak mentah global berjalan dengan baik dan lancar, tetapi pasar masih terfokus pada fakta bahwa pasokan shale-oil (minyak serpih) terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, para pedagang minyak mentah di luar Amerika Serikat berharap, penutupan ladang minyak Sharara di Libya dapat meredam pasokan dalam jangka pendek.[abr]

0 comments

    Leave a Reply