Pasokan Global Pulih, ICP Juli 2026 Turun Jadi 81,68 Dolar AS Per Barel | IVoox Indonesia

August 12, 2026

Pasokan Global Pulih, ICP Juli 2026 Turun Jadi 81,68 Dolar AS Per Barel

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memberi keterangan ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

IVOOX.id – Pemerintah menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Juli sebesar 81,68 dolar AS per barel, turun 1,77 dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ICP ini dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan mulai pulihnya arus pasokan minyak dunia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan, perubahan ICP tersebut menjadi bagian dari dinamika harga minyak mentah di pasar internasional. Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar global untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan energi nasional.

"Penetapan ICP bulan Juli 2026 sebesar 81,68 dolar AS per barel mencerminkan dinamika pasar minyak mentah global yang mengalami penyesuaian menyusul meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta berangsur pulihnya arus pasokan minyak dunia," kata Laode dalam siaran pers Selasa (11/8/2026).

Menurut Laode, perkembangan harga minyak internasional dipengaruhi faktor geopolitik, kondisi pasokan, serta perkembangan permintaan global. Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan tersebut adalah de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang diikuti gencatan senjata serta terbukanya ruang diplomasi bilateral dan multilateral.

Kondisi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang mulai membaik juga disebut memengaruhi kepercayaan pasar. Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), pemulihan sementara lalu lintas di Selat Hormuz mendorong kenaikan pasokan minyak dunia hingga 4,1 juta barel per hari pada Juni 2026 sehingga total pasokan mencapai 98,8 juta barel per hari.

Sejumlah faktor masih menjadi sumber ketidakpastian, termasuk potensi eskalasi militer dalam skala terbatas dan perubahan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan harga minyak pada periode berikutnya.

Penurunan juga terjadi pada sejumlah harga minyak mentah utama dunia. Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Juli 2026:

Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar 1,77 dolar AS/bbl dari 83,45 dolar AS/bbl menjadi 81,68 dolar AS/bbl.

Brent (ICE) turun sebesar 0,46 dolar AS/bbl dari 84,43 dolar AS/bbl menjadi 83,97 dolar AS/bbl.

WTI (Nymex) turun sebesar 2,57 dolar AS/bbl dari 81,79 dolar AS/bbl menjadi 79,22 dolar AS/bbl.

Dated Brent turun sebesar 2,06 dolar AS/bbl dari 85,47 dolar AS/bbl menjadi 83,41 dolar AS/bbl.

Basket OPEC turun sebesar 7,00 dolar AS/bbl dari 89,75 dolar AS/bbl menjadi 82,74 dolar AS/bbl (per tanggal 30 Juli 2026).

0 comments

    Leave a Reply