OTT KPK di Kuantan Singingi Jaring 10 Orang, Bupati dan Sekda Dicari | IVoox Indonesia

July 3, 2026

OTT KPK di Kuantan Singingi Jaring 10 Orang, Bupati dan Sekda Dicari

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/6/2026). ANTARA/Rio Feisal

IVOOX.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang menjadi OTT ke-14 lembaga tersebut sepanjang 2026.

“Dalam peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim penyelidik mengamankan sejumlah sepuluh orang,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/6/2026), dikutip dari Antara.

Budi mengatakan penyidik kemudian membawa lima orang ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Lima orang tersebut terdiri atas tiga pihak swasta, satu pegawai negeri sipil di Kabupaten Kuantan Singingi, dan satu orang dari pihak keluarga penyelenggara negara di Kabupaten Kuantan Singingi," ujarnya.

Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Budi mengatakan, KPK meminta Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing Zulkarnain untuk menyerahkan diri.

"Kepada Bupati dan Sekda Kabupaten Kuansing agar kooperatif dan menyerahkan diri ke KPK," ujarnya.

Menurut Budi, kehadiran dan keterangan dari dua penyelenggara negara tersebut dibutuhkan KPK setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ke-14 sepanjang tahun 2026.

"Keterangan dari bupati dan juga sekda dibutuhkan dalam proses hukum yang sedang berjalan di KPK saat ini," katanya.

Penyidik KPK menyita barang bukti elektronik dan satu unit mobil dari OTT di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.

"Tim mengamankan barang bukti dalam peristiwa tertangkap tangan ini, yaitu barang bukti elektronik berupa transaksi keuangan. Selain itu, tim juga mengamankan satu unit kendaraan roda empat," kata Budi.

Budi mengatakan mobil tersebut disita karena diduga menjadi instrumen suap oleh pihak-pihak terkait OTT tersebut.

Ia mengatakan kegiatan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap untuk suatu jabatan di Pemerintah Kabupaten Kuansing.

Sementara, sejumlah ruangan di Kantor Bupati Kuantan Singingi disegel pada Selasa, 30 Juni 2026. Kantor Bupati Kuansing, pintu masuk ruang kerja Bupati Kuansing Suhardiman Amby terlihat dipasangi pita segel berwarna merah.

Selain ruang bupati, penyegelan juga dilakukan terhadap ruang kerja Wakil Bupati Kuansing Mukhlisin, Sekretaris Daerah Zulkarnain, dan Asisten I Setda Kuansing Fahdiasyah.

Mengutip Antara, belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang melakukan penyegelan maupun kaitannya dengan operasi yang berlangsung di daerah tersebut.

Sebelumnya, aktivitas yang diduga melibatkan tim KPK terpantau di Teluk Kuantan sejak Senin, 29 Juni 2026.

Saat itu, daerah tersebut tengah menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau dan Festival Pacu Jalur Rayon II.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah rumah dinas Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain.

Tampak sejumlah kendaraan patroli Brimob mendatangi lokasi dan mengawal sejumlah petugas yang masuk ke area rumah dinas tersebut.

Setelah petugas memasuki lokasi, pintu gerbang rumah dinas ditutup oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga.

Selain itu, beredar informasi bahwa Bupati Kuansing Suhardiman Amby sempat berada di Markas Polres Kuansing. Namun, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi.

Saat wartawan mendatangi Polres Kuansing, akses menuju area tertentu dijaga aparat kepolisian.

Petugas yang berjaga meminta wartawan berkoordinasi dengan Seksi Humas Polres Kuansing untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

"Jika ingin konfirmasi silakan langsung kepada Kasi Humas Polres," kata seorang petugas di lokasi, dikutip dari Antara.

Pada Senin malam, sejumlah kendaraan terlihat bergerak dari kawasan rumah dinas Sekda Kuansing menuju Pekanbaru. Sementara itu, aktivitas kendaraan juga terpantau di Mapolda Riau hingga malam hari.

0 comments

    Leave a Reply