OTT KPK di Cilacap Sita Uang Tunai hingga Cokok Bupati Syamsul Auliya Rachman | IVoox Indonesia

14 Maret 2026

OTT KPK di Cilacap Sita Uang Tunai hingga Cokok Bupati Syamsul Auliya Rachman

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026) malam, sebelum dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal yang dilakukan tim penyidik KPK. ANTARA/Sumarwoto

IVOOX.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang tunai dalam operasi tangkap tangan atau OTT yang menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan 26 orang lainnya

"Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/3/2026), dikutip dari Antara.

Budi mengatakan uang yang disita KPK dalam bentuk rupiah. Walaupun demikian, dia belum dapat memberitahukan lebih detail karena masih dihitung.

"Untuk jumlahnya nanti kami akan update (beri tahu, red.) kembali. Ini kan masih dalam proses ya," katanya.

Sementara, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beserta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dibawa tim penyidik KPK ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jumat, 13 Maret 2026, malam.

Mengutip Antara, dari pantauan di Markas Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Syamsul yang mengenakan masker warna putih tampak keluar dari Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) pada pukul 21.05 WIB disusul dengan sejumlah pejabat Pemkab Cilacap dan penyidik KPK.

Saat ditanya wartawan, Syamsul maupun pejabat lainnya enggan memberikan komentar apa pun.

Mereka langsung menuju beberapa mobil yang telah disiapkan di halaman Gedung Satreskrim.

Setelah seluruh pejabat itu berada di dalam mobil, kendaraan jenis minibus itu langsung meninggalkan Markas Polresta Banyumas menuju Stasiun Purwokerto.

Sesampainya di Stasiun Purwokerto, rombongan tersebut masuk ke Ruang Tunggu VIP untuk menunggu keberangkatan KA Purwojaya tujuan Jakarta Gambir pada pukul 21.37 WIB.

Informasi yang dihimpun, selain Sekretaris Daerah Cilacap, beberapa pejabat yang turut dibawa ke Jakarta bersama Bupati Syamsul, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.

Sementara itu, sebelum Bupati Syamsul berserta sejumlah pejabat tersebut meninggalkan Markas Polresta Banyumas, Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap Basuki Priyo Nugroho tampak mendatangi Gedung Satreskrim sekitar pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya, Basuki keluar dari Gedung Satreskrim sekitar pukul 20.45 WIB. Saat ditemui wartawan, dia enggan memberikan komentar terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap sejumlah pejabat Pemkab Cilacap.

Ia yang baru melaksanakan dinas luar kota itu mengaku hanya berada di lantai 1 Gedung Satreskrim dan tidak bertemu dengan Syamsul maupun penyidik KPK.

“Tidak bertemu, saya di luar, di lantai 1,” katanya, dikutip dari Antara.

KPK Segel Dua Ruangan di Kompleks Sekretariat Daerah Cilacap

Tim penyidik KPK menyegel dua ruangan di kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah melakukan operasi tangkap tangan di wilayah tersebut.

Mengutip Antara, dua ruangan yang disegel tersebut merupakan ruangan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Asisten Sekda yang berada di kompleks Setda Cilacap.

Penyegelan dilakukan dengan memasang garis segel pada pintu kedua ruangan tersebut.

Hingga Jumat, 13 Maret 2026, sore, ruangan tersebut tidak dapat diakses oleh pegawai karena masih dalam penanganan tim penyidik KPK.

Selain melakukan penyegelan, tim KPK juga mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung di wilayah Cilacap.

Dalam operasi tersebut, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten dibawa penyidik KPK menuju Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas di Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan awal.

Usai pelaksanaan OTT yang dilakukan KPK, suasana di kompleks Setda Kabupaten Cilacap tampak lengang dan sekitar pukul 17.00 WIB, pintu gerbang kompleks perkantoran tersebut terlihat ditutup.

0 comments

    Leave a Reply