Operasional Dapur Umum BGN: Sebaran Aceh Stabil, Sumbar Turun, Sumut Naik | IVoox Indonesia

February 14, 2026

Operasional Dapur Umum BGN: Sebaran Aceh Stabil, Sumbar Turun, Sumut Naik

Korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumbar
Korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumbar saat mengantre dalam program Operasi Darurat BGN. IVOOX.ID/doc BGN

IVOOX.id – Operasi tanggap darurat Badan Gizi Nasional (BGN) di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dengan menggelar dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perkembangan dinamis. Dalam laporan per 10–11 Desember 2025, terlihat adanya perbedaan pola di setiap wilayah, mulai dari perluasan titik layanan, peningkatan distribusi bantuan, hingga penurunan pasokan di beberapa lokasi. Ketiga provinsi ini kini menjadi prioritas utama dalam pemenuhan gizi masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.

Di Sumatera Barat, operasi layanan dapur umum mengalami perluasan setelah jumlah titik distribusi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) meningkat dari 169 menjadi 174 titik. Namun, total distribusi bantuan turun 25 persen dari 1.352 menjadi 1.011 porsi. Penurunan ini terutama disebabkan melemahnya suplai di Kabupaten Tanah Datar yang turun dari 969 menjadi 831 porsi, serta di Kabupaten Agam yang mengalami penurunan cukup tajam dari 383 menjadi 180 porsi. Sementara itu, jumlah titik pengalihan tetap stabil pada dua titik.

Berbeda dengan Sumbar, Sumatera Utara mencatat peningkatan distribusi bantuan meski beberapa data harian masih belum sepenuhnya terlapor. Total bantuan naik 25 persen dari 14.253 menjadi 17.873 porsi. Kenaikan signifikan ini dipicu dimulainya penyaluran di Kabupaten Tapanuli Tengah yang langsung mencatat 5.644 porsi. Sementara itu, Kabupaten Langkat mengalami koreksi distribusi dari 6.422 menjadi 4.398 porsi. Titik pengalihan tidak mengalami perubahan dan tetap berada di 13 lokasi.

Sementara itu, operasi di Aceh menunjukkan tingkat kestabilan yang lebih tinggi. Titik distribusi yang berhenti operasi bertambah tipis sebesar 0,6 persen dari 169 menjadi 170 titik, diikuti peningkatan titik aktif dengan persentase yang sama, dari 179 menjadi 180 titik. Titik yang belum terdata menurun sekitar 17 persen dari 12 menjadi 10 titik. Dari sisi suplai, perubahan distribusi relatif kecil, hanya turun 0,1 persen dari 1.256.661 menjadi 1.255.264 porsi. Meski begitu, Kabupaten Pidie Jaya mencatat peningkatan distribusi yang signifikan, dari 79.976 menjadi 99.451 porsi.

Kepala Regional SPPG Provinsi Aceh, Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini berada di wilayah Aceh bagian tengah, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, terutama akibat akses jalan yang masih terputus. “Fokus utama kami adalah memastikan setiap titik yang masih aktif dapat beroperasi tanpa gangguan, terutama di wilayah terdampak paling berat. Kami berharap dengan terjalinnya komunikasi dan kerja sama semua lintas sektor, pendistribusian MBG tetap dapat dilakukan optimal,” ujarnya.

Dari pusat, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan pentingnya respons cepat berbasis data akurat dalam operasi darurat. “Setiap perubahan titik distribusi maupun volume bantuan menjadi dasar evaluasi kami agar keputusan lapangan tepat sasaran. BGN memastikan seluruh tim daerah mendapatkan dukungan yang mereka perlukan,” kata Hida di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

0 comments

    Leave a Reply