OJK Sebut Tren Penghimpunan Dana di Pasar Modal Masih Positif | IVoox Indonesia

July 31, 2026

OJK Sebut Tren Penghimpunan Dana di Pasar Modal Masih Positif

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi diwawancarai cegat di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/06/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

IVOOX.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang prospek penghimpunan dana di pasar modal hingga akhir tahun 2026 tetap positif di tengah kondisi pasar global yang masih diwarnai oleh berbagai tantangan.

“Meskipun kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam jawaban tertulis di Jakarta, Rabu (29/7/2026), dikutip dari Antara.

Hasan menambahkan bahwa hal ini juga dapat terlihat dari pipeline proses penawaran umum yang masih terjaga.

Per tanggal 20 Juli 2026, terdapat tiga proses initial public offering (IPO), dua proses penawaran umum terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp6,73 triliun, serta empat proses obligasi dan sukuk dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp5,25 triliun.

Adapun target penghimpunan dana secara keseluruhan di pasar modal pada 2026 yakni sebesar Rp250 triliun. Per 30 juni 2026, total nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia telah mencapai Rp125,7 triliun.

Hasan mengatakan bahwa OJK saat ini tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai penghimpunan dana, tetapi juga pada peningkatan kualitas pasar modal secara keseluruhan.

“Reformasi pasar modal yang saat ini kami jalankan merupakan upaya membangun fondasi pasar yang lebih kuat melalui peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola dan penegakan hukum, serta perluasan basis investor,” kata Hasan.

Reformasi pasar modal, imbuh Hasan, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing sehingga pasar modal Indonesia menjadi semakin kredibel dan kompetitif sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

Dengan fondasi yang semakin kuat tersebut, OJK meyakini penghimpunan dana melalui pasar modal Indonesia tidak hanya dapat terus tumbuh, tetapi juga berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Aliran Dana Asing Dipengaruhi Situasi Geopolitik dan Suku Bunga Global

Masih di kesempatan yang sama, Hasan Fawzi menyampaikan bahwa pergerakan aliran dana asing (foreign flow) di pasar modal Indonesia merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Ia menyebut berbagai faktor itu di antaranya risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta preferensi investor terhadap aset di emerging markets.

“Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia,” ujar Hasan.

Meskipun secara kumulatif sejak awal tahun investor asing masih membukukan net sell senilai Rp95,06 triliun di pasar saham domestik, Hasan mencermati bahwa perkembangan pada periode terakhir menunjukkan kondisi pasar yang semakin stabil dengan tekanan jual asing yang mulai mereda.

Pada periode 13 hingga 17 Juli 2026, OJK mencatat secara agregat tercatat net buy asing sebesar Rp440 miliar. “Pada saat yang sama, investor domestik tetap memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar,” ujar Hasan.

Ke depan, Hasan memastikan OJK bersama SRO terus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia melalui implementasi reformasi yang berkelanjutan, termasuk peningkatan transparansi, kualitas disclosure, penguatan tata kelola, serta integritas pasar.

“Inisiatif-inisiatif reformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan investability pasar modal Indonesia dan semakin memperkuat kepercayaan investor, sehingga dapat menarik investasi yang semakin berkualitas dan berkelanjutan baik dari investor domestik maupun investor global,” ujar Hasan.

Langkah-langkah kebijakan yang akan diterapkan oleh OJK, diantaranya :

  • Penguatan transparansi dan kualitas data kepemilikan saham untuk mendukung penentuan free float dan meningkatkan kualitas investability pasar.
  • Melakukan penyempurnaan metodologi asesmen HSC serta efektivitas pengawasan terhadap aktivitas perdagangan dan risiko konsentrasi kepemilikan melalui analisis berbasis data.
  • Menyempurnakan berbagai ketentuan pasar modal untuk meningkatkan likuiditas, efisiensi, dan pendalaman pasar.
  • Memperkuat engagement dengan investor institusi global maupun global index providers guna menyampaikan perkembangan reformasi pasar modal Indonesia secara tepat waktu dan transparan.
  • Mendorong peningkatan kualitas emiten melalui penguatan aspek tata kelola, keterbukaan informasi, dan pelindungan investor.

0 comments

    Leave a Reply