Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian 2026, Wamen HAM: Beri Kontribusi Besar pada Perjuangan HAM Internasional

IVOOX.id – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Navanethem “Navi” Pillay atas penganugerahan Nobel Perdamaian 2026. Penghargaan tersebut dinilai sebagai pengakuan atas dedikasi panjang Pillay dalam memperjuangkan hak asasi manusia (HAM), keadilan, serta penghormatan terhadap hukum internasional.
“Selamat kepada Navi Pillay atas penghargaan Nobel Perdamaian 2026. Beliau merupakan salah satu tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan HAM internasional. Keteguhan dan konsistensinya dalam memperjuangkan keadilan selama puluhan tahun patut mendapatkan penghargaan dan penghormatan,” ujar Mugiyanto dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Senin (12/10/2026).
Navi Pillay merupakan tokoh HAM asal Afrika Selatan yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjuangan melawan apartheid dan penegakan hukum internasional. Ia pernah menjadi hakim pada Pengadilan Pidana Internasional untuk Rwanda dan Mahkamah Pidana Internasional, serta menjabat sebagai Komisaris Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2008–2014.
Saat menjabat Komisaris Tinggi HAM PBB pada 2009, Pillay menyerukan penyelidikan independen terhadap dugaan pelanggaran HAM dan hukum humaniter dalam konflik bersenjata di Sri Lanka. Ia juga menyoroti besarnya korban sipil dan pentingnya akses bantuan kemanusiaan.
Mugiyanto mengaku memiliki kesan tersendiri terhadap sikap tegas Pillay dalam memperjuangkan prinsip-prinsip HAM. Ia mengenang pengalamannya berada di Jenewa, Swiss, pada Januari hingga Juni 2009, ketika konflik antara pemerintah Sri Lanka dan kelompok Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) mencapai tahap akhir.
“Saya masih ingat ketika berada di Jenewa pada paruh pertama tahun 2009. Saat itu, saya menyaksikan langsung kegigihan Navi Pillay sebagai Komisaris Tinggi HAM PBB dalam menyikapi konflik bersenjata antara pemerintah Sri Lanka dan LTTE, yang mengakibatkan jatuhnya ribuan korban sipil. Beliau dengan tegas menyerukan penyelidikan independen dan pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran HAM dan hukum humaniter oleh kedua belah pihak. Sayangnya, respons Dewan HAM PBB ketika itu belum memberikan ruang bagi penyelidikan internasional sebagaimana yang beliau dorong. Bagi saya, Navi Pillay adalah sosok yang teguh memegang prinsip HAM, keadilan, perdamaian, dan supremasi hukum,” ujarnya.
Komitmen Pillay juga tercermin dalam kepemimpinannya pada Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB mengenai Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel. Melalui mekanisme tersebut, ia turut berperan dalam penyelidikan berbagai dugaan pelanggaran hukum internasional serta mendorong keadilan bagi masyarakat terdampak konflik.
Menurut Mugiyanto, perjalanan Pillay menunjukkan bahwa perjuangan HAM membutuhkan keberanian dan konsistensi, termasuk ketika menghadapi situasi yang kompleks.
“Perjuangan Navi Pillay menunjukkan bahwa membela HAM membutuhkan komitmen yang kuat, termasuk ketika menghadapi situasi yang sulit dan kompleks. Penghargaan ini bukan hanya pengakuan terhadap dedikasi beliau, tetapi juga merupakan penghormatan bagi para pembela HAM serta korban dan penyintas pelanggaran HAM yang terus memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Mugiyanto.
Ia juga mengapresiasi keputusan Pillay mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para penyintas kejahatan internasional. Menurutnya, langkah itu menegaskan pentingnya menempatkan pengalaman dan perjuangan korban sebagai bagian dari upaya menegakkan keadilan.
“Dedikasi penghargaan ini kepada para penyintas kejahatan internasional sangat bermakna. Di balik setiap peristiwa pelanggaran HAM, ada manusia yang mengalami penderitaan dan terus berharap memperoleh keadilan. Suara dan harapan mereka harus tetap mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Mugiyanto berharap penghargaan tersebut dapat meningkatkan perhatian masyarakat internasional terhadap pemajuan dan pelindungan HAM sekaligus menginspirasi para pembela HAM di berbagai negara.
“Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghormati HAM, dan memperjuangkan perdamaian yang berkelanjutan,” katanya.


0 comments