Namanya Terseret Isu Penggeledahan, Jampidsus Febrie Adriansyah Bantah Terkait Bisnis Kafe dan Money Changer | IVoox Indonesia

July 11, 2026

Namanya Terseret Isu Penggeledahan, Jampidsus Febrie Adriansyah Bantah Terkait Bisnis Kafe dan Money Changer

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (tengah depan) berbicara dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

IVOOX.id – Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, akhirnya buka suara setelah namanya terseret isu penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Polri di sejumlah lokasi terkait penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Febrie membantah bahwasanya dirinya ada keterkaitan dengan aktifitas bisnis kafe dan money changer yang sebelumnya digeledah tim penyidik Polri. Sebagi informasi pada Rabu (8/7/26) Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah cafe de’CLAN Signature dan di Koin Money Changer di wilayah Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel) dan sejumlah lokasi lain.

 "Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete ya," ujar Febrie dalam konferensi pers di gedung Kejagung Jumat (10/7/2026).

Selain itu Febrie juga menegaskan pihaknya mendukung dan menghormati proses penegakan hukum yang tengah dijalankan Polri untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dan TPPU. Saat ini dirinya juga mengaku masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan tim kepolisian.

"Tentunya semua proses penegakan hukum kita akan menghargai dan menghormati. Sesama rekan penegak hukum tentunya saling mendukung bagaimana ini menjadi terang, menjadi jelas, dan bisa kita jelaskan kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu ia juga memastikan bahwasanya seluruh kegiatan dan tugas penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas-tugas di lapangan yang dilakukan tim Gedung Bundar masih terus berjalan. Bahkan ia mengaku masih memantau tugas tim penyidik sesuai SOP.

"Seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan kepada kami dan rekan-rekan semua di Gedung Bundar yang sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas-tugas di lapangan dalam mengeksekusi barang-barang bukti, ini tetap berjalan. Bahkan saya monitor tetap sesuai dengan SOP, berjalan dengan cepat," ujarnya. 

0 comments

    Leave a Reply