MotoGP Mandalika Jadi Penggerak Pariwisata Indonesia | IVoox Indonesia

MotoGP Mandalika Jadi Penggerak Pariwisata Indonesia

MotoGP Mandalika Jadi Penggerak Pariwisata Indonesia

IVOOX.id - Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika sukses digelar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB pada 9 hingga 11 Oktober 2026. Bagi pemerintah, ajang ini menjadi salah satu bagian dari pengembangan sport tourism yang dapat menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah. Sekaligus bagian dari perjalanan Indonesia mendunia. 


Memasuki tahun kelima penyelenggaraan sejak pertama kali di 2022, MotoGP Mandalika 2026 berhasil memecahkan rekor baru dengan total 157.875 penonton sepanjang rangkaian penyelenggaraan. Angka tersebut meningkat 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencatat 140.324 penonton. Sejalan dengan itu, dampak ekonominya sangat terasa. Tidak hanya saat hari balapan, tetapi juga dari peningkatan aktivitas hotel, transportasi, kuliner, perdagangan, dan sektor pariwisata. Pada 2025, kajian Bappenas memperkirakan dampak ekonomi MotoGP Mandalika mencapai Rp2,7 - 4,7 triliun. Tahun ini, dampak serupa diperkirakan mencapai hampir Rp 5 triliun. 

Selama perhelatan acara berlangsung, total transaksi penjualan gabungan yang berasal dari UMK Binaan dan Official Merchandise tembus Rp4,2 miliar (data transaksi Official Merchandise berdasar cut-off per 11 Oktober dan masih terus melakukan penjualan di booth Bright Store Bandara Internasional Lombok sampai 13 Oktober 2026.

Dari total pencapaian tersebut, penjualan Official Merchandise mencatatkan porsi terbesar yakni sekitar Rp3,4miliar, sementara area Bazar UMK berkontribusi lebih dari Rp800 juta. Pencapaian Bazar UMK tahun ini melonjak tajam hingga 207% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencatatkan penjualan sebesar Rp260 juta.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa keterlibatan UMK dalam ajang berskala internasional ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memperluas pangsa pasar produk lokal agar semakin dikenal luas.

"Ajang Pertamina Grand Prix bukan sekadar tontonan balap kelas dunia, tetapi juga momentum emas bagi UMK Indonesia untuk naik kelas. Melalui Festival Pertamina Energizing Indonesia di Mandalika, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Pertamina memberikan multiplier effect secara langsung terhadap perekonomian masyarakat lokal di Lombok," ujar Ahad.

Keberhasilan itu tidak lepas dari berbagai upaya pemerintah pusat hingga daerah. Tidak hanya untuk memperkuat MotoGP sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi daerah, dengan mendorong wisatawan tidak hanya datang untuk balapan, tetapi juga mengunjungi destinasi lain, menggunakan akomodasi, transportasi, kuliner, dan layanan wisata di NTB. Termasuk memperkuat konektivitas dan kesiapan ekosistem pariwisata, mulai dari tambahan 66 penerbangan, kesiapan akomodasi, hingga koordinasi lintas pemerintah dan pelaku usaha agar peningkatan kunjungan wisatawan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.  

Ajang yang melibatkan 3.000 tenaga kerja lokal ini, juga menjadi panggung bagi 600 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal yang terlibat, termasuk memberi ruang bagi kuliner, kerajinan, produk kreatif, dan produk unggulan NTB untuk dipromosikan dan dijual selama rangkaian MotoGP. 

Beragam dampak positif baik bagi Indonesia, daerah, dan masyarakat itu tentu menjadi cita-cita semua pihak. Keberhasilan MotoGP tidak berhenti ketika bendera finish dikibarkan. Legacy yang ingin dibangun adalah ketika semakin banyak wisatawan datang ke Mandalika, semakin banyak UMKM tumbuh, semakin banyak lapangan kerja tercipta, dan semakin kuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia. Inilah bagaimana MotoGP menjadi bagian dari perjalanan Indonesia Mendunia.

Foto & Teks: Ahmad Subaidi

Editor : Sigid Kurniawan

0 comments

    Leave a Reply