Menteri LH: Hentikan Open Dumping, Bukan Tutup TPA

IVOOX.id – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat mengatakan yang sedang didorong pemerintah saat ini adalah penghentian kegiatan open dumping sampah bukan menutup tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Kami tidak menutup TPA di seluruh Indonesia, yang ada adalah menghentikan kegiatan open dumping, artinya kumpul, angkut, buang,” ucapnya di Denpasar, Selasa (9/6/2026), dikutip dari Antara.
Hal ini disampaikan guna meluruskan informasi soal TPA Suwung di Bali yang hendak ditutup total pada Juli 2026, sementara yang dirancangnya adalah metode open dumping yang dihentikan.
Menteri LH memastikan TPA Suwung maupun TPA di seluruh Indonesia tetap dibuka, namun dengan sampah yang terlebih dahulu dipilah dan diproses.
Untuk sampah organik, ia minta agar selesai sebelum sampai TPA melalui teknologi di TPS3R maupun TPST.
“Sekarang kumpulnya seenaknya digabung seperti zaman baheula, itu tidak boleh lagi, dari ujung dari rumah sudah dipilah, dan itu kalau berhasil sampai ke TPA hanya 23-24 persennya saja, hanya residu, jadi tetap boleh,” ujar Jumhur.
Menurut Menteri, yang selama ini dipikirkan masyarakat bahwa TPA Suwung akan ditutup total adalah kesalahan persepsi, sebab penanganan pada gunung sampah bukan dengan menolak sampah masuk melainkan controll sanitary landfill dengan geomembran.
“Seminggu turun, masuk lagi sampah, tanam lagi terus diurug, itu yang disebut dengan menghilangkan open dumping, setiap 3 hari, 4 hari sampai seminggu tutup lagi, jadi bukan pengertian TPA ditutup, kesalahan itu, bukan penutupan TPA, tapi tidak boleh lagi open dumping,” tuturnya.
Dengan menekan sampah yang masuk TPA, area tersebut dapat ditata, sampah residu yang masuk akan digunakan untuk merapikan TPA dan pada akhirnya area tersebut dapat dijadikan ruang rekreasi atau bahkan lapangan golf.
Menurut dia, di Bali, untuk TPA Suwung sudah mengalami kemajuan pesat, sebab saat ini 71 persen masyarakat Denpasar dan Badung sudah memilah sampah." Saya optimistis dalam penyelesaian persoalan sampah," ujarnya.


0 comments