Mensos Sebut Pemutakhiran DTSEN Tambah 470 Ribu KPM Baru Penerima Bansos | IVoox Indonesia

May 9, 2026

Mensos Sebut Pemutakhiran DTSEN Tambah 470 Ribu KPM Baru Penerima Bansos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (kiri) memimpin rapat tingkat menteri yang dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kanan dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Kemenko PM

IVOOX.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, terdapat lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang mulai menerima bantuan sosial (bansos) pada triwulan kedua tahun 2026 berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Untuk triwulan kedua ini ada lebih dari 470 ribu KPM baru yang mendapatkan bantuan, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama," ujar Mensos Saifullah Yusuf dalam rapat tingkat menteri di Jakarta, Sabtu (9/5/2026), dikutip dari Antara.

Mensos menjelaskan penyaluran bantuan tersebut merujuk pada DTSEN yang terus dimutakhirkan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah sebagai pedoman penyaluran bantuan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Ia menekankan pentingnya peran teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat akar rumput untuk memastikan akurasi data kemiskinan tersebut.

"Alhamdulillah, sekarang kita telah memiliki lebih dari 70 ribu operator data desa, yang mana melalui aplikasi SIK-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) ini sudah terhubung dengan Dinsos kabupaten/kota, Dinsos provinsi, dengan Kementerian Sosial, dan dengan DTSEN yang dikelola langsung oleh BPS," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Melalui sistem tersebut, kata dia, pemerintah dapat mengukur usulan serta melihat perkembangan sosial ekonomi setiap keluarga penerima manfaat secara nyata.

Mensos Saifullah Yusuf menambahkan bahwa keberadaan operator desa mempermudah masyarakat yang memerlukan aktivasi atau pembaruan data secara cepat.

Sementara itu Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan bahwa tingkat kemiskinan per September 2025 adalah 8,25 persen dan kemiskinan ekstrem mencapai 0,78 persen.

"Hingga triwulan kedua 2026, jumlah penduduk yang teregistrasi dalam DTSEN yang telah direkonsiliasi dengan data Dukcapil tercatat sebanyak 289 juta orang," kata Amalia, dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply