Mensos: Satu Orang Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Dirawat di ICU RS Yarsi | IVoox Indonesia

January 17, 2026

Mensos: Satu Orang Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Dirawat di ICU RS Yarsi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat mengunjigi korban ledakan SMAN 72 Jakarta di Rumah Sakit Yarsi Jakarta Timur pada Sabtu (8/11/2025). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjenguk korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang dirawat di RS Yarsi, Jakarta Pusat. Dari total korban yang mendapat perawatan, satu orang masih harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU, sementara lainnya sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

“Lima belas (korban) secara keseluruhan, satu masih di ICU, sementara yang lain sudah di kamar perawatan,” ujar Gus Ipul kepada wartawan di RS Yarsi, Sabtu (8/11/2025).

Gus Ipul menjelaskan bahwa 14 korban yang berada di ruang perawatan sudah dalam kondisi lebih stabil dan dapat berkomunikasi. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar dari mereka mengeluhkan gangguan pada telinga akibat efek ledakan. Menurutnya, para korban juga terlihat cukup responsif saat diajak berbicara.

“Tadi yang sudah ada di kamar perawatan memang rata-rata keluhannya adalah telinga nanti diceritakan. Tetapi bisa diajak dialog, bisa diajak dialog dan mudah-mudahan lah bisa pulih,” kata Gus Ipul.

Sementara itu satu korban yang masih berada di ICU membutuhkan pemantauan lebih ketat. “Satu yang di ICU memang yang masih dalam perawatan intensif,” ujarnya.

Direktur Medis RS Yarsi, Muhammadi memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kondisi pasien yang dirawat di ICU. Ia menyampaikan bahwa pasien tersebut mengalami trauma pada saluran pencernaan sehingga harus menjalani tindakan operasi darurat. Kondisinya masih perlu pemantauan berkelanjutan dan direncanakan menjalani operasi kedua sebagai bagian dari tindakan lanjutan.

“Kondisi pasien memang kemarin ada prosedur pembedahan emergency dilakukan. Karena ada trauma pada saluran cerna yang bersangkutan dan ada tata laksana lanjutan yang akan kita siapkan. Jadi mungkin akan ada prosedur kedua untuk operasi lanjutannya terkait dengan kondisi kesakitan pasien,” jelasnya.

Selain trauma pada bagian pencernaan, pasien ICU itu juga mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi. Menurut dr Muhammadi, luas luka bakar yang diderita korban mencapai sekitar 30 persen sehingga diperlukan prosedur penanganan tambahan melalui operasi lanjutan.

“Itu yang tadi saya sampaikan, yang di lantai 6 ya, itu akan direncana operasi kedua untuk penanganan luka bakarnya. Ya kategori luka bakarnya itu kemarin kita review itu cukup luas, sekitar 30-an persen,” kata Muhammadi.

Hingga saat ini pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap seluruh korban. Korban yang berada di ruang perawatan biasa disebut berada dalam kondisi stabil dan terus mendapatkan observasi dari tim medis. Sementara itu, pemerintah memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga korban terkait proses pemulihan.

0 comments

    Leave a Reply