Mensos Imbau Publik Tidak Berspekulasi Soal Kasus Ledakan SMA 72 | IVoox Indonesia

January 17, 2026

Mensos Imbau Publik Tidak Berspekulasi Soal Kasus Ledakan SMA 72

antarafoto-penjagaan-pasca-ledakan-di-sma-72-jakarta-1762608927-1
Anggota Polisi Militer Angkatan Laut berjaga pasca terjadi ledakan di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Polda Metro Jaya menyebutkan sebanyak 55 orang mengalami luka-luka dalam ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang. ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh

IVOOX.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait isu dugaan perundungan yang dikaitkan dengan pelaku insiden ledakan di masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 pada Jumat, 7 November 2025, memicu banyak pertanyaan dan spekulasi. Namun, Mensos menegaskan bahwa setiap dugaan harus menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Ia menekankan bahwa proses hukum sedang berjalan dan kesimpulan hanya dapat ditarik berdasarkan bukti yang ditemukan oleh penyidik.

Saat ini Kementerian Sosial menempatkan fokus pada pemulihan para korban, terutama melalui layanan rehabilitasi serta dukungan psikologis bagi siswa yang terdampak dan keluarga mereka. Pendekatan ini dipilih agar pemulihan dapat berjalan optimal sambil menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab insiden dari pihak berwenang.

Kunjungan Mensos ke RS Yarsi Cempaka Putih dilakukan untuk bertemu para korban dan keluarga mereka. Ia menyebut bahwa pertemuan itu berlangsung dalam bentuk percakapan ringan, tanpa membahas detail kejadian yang masih dalam proses penyelidikan. Menurutnya, kondisi psikologis korban harus menjadi prioritas, sehingga pembicaraan dilakukan sebatas terkait keberadaan mereka saat kejadian dan bagaimana mereka menyelamatkan diri.

Saifullah Yusuf kembali mengingatkan bahwa spekulasi publik mengenai isu perundungan hanya akan mengaburkan proses penanganan. “Ya, kita tunggu saja ya, jangan berspekulasi. Kami tadi sempat berdialog dengan para korban, tetapi belum memungkinkan untuk membicarakan hal yang detail,” ujarnya saat ditemui di RS Yarsi Cempaka Putih.

Kemensos memastikan bahwa pendampingan psikososial diberikan sejak hari pertama. Pendekatan ini bertujuan menjaga kestabilan emosional korban pasca-ledakan, terutama karena sebagian besar dari mereka masih didampingi orang tua yang juga mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa tersebut. Para pendamping terus bekerja memastikan korban dapat kembali merasa aman, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

Dalam dialog tersebut, Mensos mencatat adanya semangat kuat dari para siswa untuk segera pulih. Ia menyampaikan bahwa tenaga medis juga melihat perkembangan positif dari beberapa korban. “Dari hasil dialog dengan para dokter, saya lihat anak-anak punya semangat besar untuk segera sembuh. Mari kita doakan bersama,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply