Mensesneg Sebut Hotel Sultan Dioptimalkan untuk Pemasukan Negara | IVoox Indonesia

July 16, 2026

Mensesneg Sebut Hotel Sultan Dioptimalkan untuk Pemasukan Negara

Foto udara suasana dari Hotel Sultan
Foto udara suasana dari Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Pihak Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai mengosongkan aset dari empat tower hotel dan dua tower apartemen Sultan ke Komplek Pergudangan Cikarang, Desa Pasiranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi sebelum dirobohkan pascaeksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU

IVOOX.id – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pengelolaan area Hotel Sultan akan dioptimalkan untuk menambah pemasukan negara setelah pengosongan aset berdasarkan putusan pengadilan sejak Juni lalu.

Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengenai pengelolaan tersebut.

"Kami telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan kompleks area Hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan kepada negara," kata Mensesneg, dikutip dari Antara.

Pada kesempatan itu, Prasetyo melaporkan kepada para legislator bahwa Kementerian Sekretariat Negara telah berhasil melakukan pengambilan kembali aset Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 setelah polemik lebih kurang delapan tahun.

"Dari seluruh proses hukum dinyatakan bahwa Hotel Sultan itu adalah milik negara yang pengelolaannya kepada pihak ketiga telah selesai sehingga kita hanya menjalankan proses hukum berdasarkan hasil ketetapan dari pengadilan," jelasnya.

Ditemui usai rapat, Prasetyo mengatakan pengosongan aset Hotel Sultan masih berlangsung. Proses tersebut membutuhkan waktu satu bulan untuk selanjutnya diserahkan ke Danantara.

Sebelumnya, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menargetkan revitalisasi komprehensif kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dapat meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara selama berkunjung ke Indonesia.

"Average spending (pengeluaran rata-rata) kita itu baru 1.100-an dolar AS lebih. Nah, bagaimana untuk meningkatkan average spending-nya juga," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Rosan, daya saing sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, sehingga diperlukan pengembangan destinasi dan ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif.

"Kalau kita lihat sektor pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN, kita memang masih cukup jauh dibandingkan Thailand, Singapura, dan negara lainnya," ujarnya.

Oleh karena itu, Danantara akan menerapkan strategi pengembangan pariwisata yang menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari wisata massal hingga wisata minat khusus dengan nilai ekonomi tinggi.

0 comments

    Leave a Reply