Menpora Evaluasi Pencapaian Target Asian Games 2026 | IVoox Indonesia

Menpora Evaluasi Pencapaian Target Asian Games 2026

Menpora Erick Thohir
Menpora Erick Thohir (tengah) dan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kanan) memberikan semangat kepada atlet teqball Indonesia Sumaya (kiri) seusai kalah dari atlet teqball Myanmar Wai Khin Hnin pada final tunggal putri teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu (20/9/2026). Sumaya meraih medali perak setelah kalah rubber set dengan skor 12-10, 8-12, dan 9-12. ANTARA FOTO/Fauzan/kye

IVOOX.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mulai mengevaluasi pencapaian target perolehan medali kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang telah disepakati bersama seluruh cabang olahraga peserta ajang tersebut.

"Selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati," kata Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (23/9/2026), dikutip dari Antara.

Kontingen Indonesia menargetkan empat medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Namun, memasuki hari kelima, Indonesia baru mengoleksi satu medali perak dan delapan medali perunggu.

Menpora mengatakan terdapat sejumlah capaian yang belum sesuai dengan proyeksi awal, salah satunya dari cabang olahraga wushu. Indonesia sebelumnya menargetkan satu medali emas melalui nomor taolu changquan putra, tetapi pada akhir pertandingan harus puas dengan medali perunggu.

"Untuk Wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu," katanya.

Meski demikian, Erick tetap mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah memberikan medali bagi Indonesia. Menurut dia, setiap hasil yang diraih atlet harus dihargai, namun capaian tersebut juga perlu dilihat secara terbuka apabila belum memenuhi target yang telah disepakati bersama.

Ia menegaskan target perolehan medali tersebut bukan ditetapkan secara sepihak oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), melainkan merupakan hasil pembahasan bersama dengan pimpinan cabang olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta jajaran terkait.

Karena itu, pencapaian sementara di Asian Games menjadi bagian dari evaluasi yang perlu dilakukan secara objektif. Evaluasi tersebut tidak ditujukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, tetapi untuk mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan, faktor yang menyebabkan target belum tercapai, serta langkah perbaikan yang dapat dilakukan.

Evaluasi, kata dia, bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk melihat apa yang terjadi di lapangan, faktor apa yang membuat capaian belum sesuai target, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Menurutnya, target perolehan medali bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bagian dari komitmen bersama. Apabila target tercapai, hasil tersebut patut diapresiasi, sedangkan capaian yang belum sesuai harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.

"Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur," katanya.

Menpora memastikan pihaknya akan terus memantau pertandingan yang masih berlangsung dan berkoordinasi dengan para pimpinan cabang olahraga untuk memaksimalkan seluruh peluang medali yang masih tersedia.

Ia juga meminta seluruh anggota Kontingen Indonesia untuk tetap fokus dan menjaga semangat bertanding hingga pertandingan terakhir. Menurut dia, perjalanan Indonesia di Asian Games masih berlangsung sehingga peluang untuk menambah medali tetap terbuka.

"Yang paling penting saat ini adalah terus mendukung atlet yang bertanding serta mengapresiasi perjuangan mereka, sambil juga mengevaluasi hal-hal yang belum sesuai," katanya.

Lifter putri Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana melakukan angkatan clean and jerk pada final kelas 49 kilogram angkat besi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (23/9/2026). Luluk Diana meraih medali perunggu dengan total angkatan 191 kilogram, sementara medali emas menjadi milik lifter Korea Utara Ri Song Gum dengan total angkatan 215 kilogram dan medali perak oleh lifter India Saikhom Mirabai dengan total angkatan 198 kilogram. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

Lifter putri Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana melakukan angkatan clean and jerk pada final kelas 49 kilogram angkat besi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (23/9/2026). Luluk Diana meraih medali perunggu dengan total angkatan 191 kilogram, sementara medali emas menjadi milik lifter Korea Utara Ri Song Gum dengan total angkatan 215 kilogram dan medali perak oleh lifter India Saikhom Mirabai dengan total angkatan 198 kilogram. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

Indonesia Tambah Lima Medali Perunggu

Mengutip Antara, kontingen Indonesia menambah lima medali perunggu pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Rabu, 23 September 2026, berasal dari cabang olahraga bulu tangkis nomor beregu putri, angkat besi, dan wushu, demikian catatan Asian Games 2026.

Tim beregu putri bulu tangkis Indonesia dapat mengamankan medali perunggu setelah takluk 0-3 dari China pada babak semifinal yang berlangsung di Kota Ichinomiya, Aichi, Rabu.

Indonesia berpeluang untuk mendapatkan medali emas atau perak karena tim bulu tangkis beregu putra lolos ke putaran final setelah mengatasi Thailand 3-1 pada babak semifinal di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Rabu malam.

Sementara itu, satu medali perunggu lainnya didapatkan oleh lifter putri Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana pada kelas 49 kilogram putri.

Luluk mencatat total angkatan 191 kilogram, hasil dari 88 kilogram pada snatch dan 103 kilogram pada clean and jerk dalam persaingan yang berlangsung ketat di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Rabu.

Selanjutnya, cabang olahraga wushu menambah tiga medali perunggu untuk Indonesia dari nomor sanda, masing-masing dipersembahkan oleh Bintang Reindra Nada di kelas 60 kg putra, Fereddy Sinaga di kelas 56 kg putra, dan Thania Kusumaningtyas di kelas 60 kg putri.

Ketiga atlet tersebut sama-sama terhenti pada babak semifinal sehingga harus puas dengan medali perunggu.

Meski mendapatkan tambahan lima medali perunggu, Kontingen Indonesia turun dari posisi 20 pada Selasa, 22 September 2026, malam, ke peringkat 23 klasemen sementara Asian Games 2026 pada Rabu malam.

Tambahan lima medali perunggu tersebut membuat Indonesia mengumpulkan total 13 medali yang terdiri dari satu perak dan 12 perunggu.

0 comments

    Leave a Reply