Menko PMK Sebut Seluruh RSUD di Aceh , Sumut, dan Sumbar Sudah Beroperasi | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

Menko PMK Sebut Seluruh RSUD di Aceh , Sumut, dan Sumbar Sudah Beroperasi

Menko PMK Pratikno
Menko PMK Pratikno (dua dari kanan) dalam konferensi pers tentang pemulihan dan rencana strategis pascabencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

IVOOX.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Aceh dan Sumatera Utara serta Sumatera Barat yang sebelumnya rusak terdampak bencana banjir dan longsor kini telah kembali beroperasi untuk melayani masyarakat.

"Seluruh RSUD kini telah beroperasi, meski masih ada sebagian yang belum (melayani secara penuh)," katanya dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025), dikutik dari Antara.

Pratikno menjelaskan, terkait dengan pelayanan kesehatan, pemerintah terus melakukan pengiriman, memfasilitasi relawan, para dokter spesialis dan dokter umum, juga dokter magang untuk menjadi relawan kesehatan di daerah terisolasi dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, bedah minor, dan pemulihan trauma.

"Puskesmas dari 867 yang terdampak, saat ini tinggal delapan yang masih dalam tahap pemulihan dan kami terus mempercepat," ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengemukakan terdapat 87 rumah sakit yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Barat dan Utara, dan sempat lumpuh tidak bisa melayani pasien.

"Namun, dalam waktu satu bulan ini, semua sudah bisa melayani pasien. Ada yang belum sempurna, tetapi dari 87 itu sudah ada pasien datang, dan mendapatkan pengobatan," ujar Teddy, dikutip dari Antara.

Hingga hari ini, Senin, 29 Desember 2025, lebih dari separuh wilayah di tiga provinsi yang terdampak bencana telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Di Aceh, terdapat tujuh kabupaten/kota yang masuk ke transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sedangkan 11 kabupaten/kota masih memperpanjang masa tanggap darurat.

Sementara itu, di Sumatera Utara, terdapat delapan kabupaten/kota yang sudah masuk tahap transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sedangkan delapan lainnya masih tanggap darurat.

Untuk wilayah Sumatera Barat, 10 kabupaten/kota masuk transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan masih ada tiga kabupaten/kota yang berada dalam fase tanggap darurat.

"Daerah yang memperpanjang status tanggap darurat bertujuan agar wilayah-wilayah itu lebih siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi," ucap Menko PMK Pratikno.

1.050 Huntara Telah Dibangun

Pratikno menyatakan sebanyak 1.050 hunian sementara (huntara) telah dibangun untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Per 28 Desember 2025, huntara di tiga provinsi sudah mulai dibangun, yang masih dalam proses pembangunan maupun sebagian sudah selesai totalnya 1.050 unit. Hunian yang dibangun BNPB bersama daerah sebanyak 450 unit, sedangkan yang dibangun Danantara bersama BUMN 600 unit," katanya.

Pratikno menambahkan, bencana juga menimbulkan dampak terhadap aktivitas ekonomi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Sebanyak 112 pasar tradisional di Aceh terdampak, dan hingga kini 18 sudah sepenuhnya beroperasi.

"Di Sumut ada 47 pasar terdampak, 46 sudah beroperasi, sedangkan di Sumbar, tiga pasar terdampak, dua di antaranya sudah beroperasi. Pemerintah akan terus mempercepat kembali aktifnya pasar tradisional melalui penataan infrastruktur, pembersihan, dan dukungan keterlibatan kementerian/lembaga," paparnya.

0 comments

    Leave a Reply