Menko PMK Minta Penanganan Karhutla Gunung Bromo Diperkuat

IVOOX.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta pemerintah daerah dan TNI meningkatkan peran dalam mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS. Ia mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan mulai dari BNPB, Pemprov Jawa Timur, TNI, Polri hingga relawan masyarakat.
“Saya kira koor-nya itu di daerah. Karena BNPB ini banyak sekali yang ditangani. Saya minta Pak Sekda dengan segenap jajarannya dan TNI untuk memaksimalkan perannya dalam penanganan ini,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id kamis (13/8/2026).
Karhutla di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus menjadi perhatian pemerintah setelah area terbakar mencapai sekitar 899,38 hektare per Selasa, 11 Agustus 2026. Pratikno pun meninjau langsung lokasi karhutla pada Selasa itu.
Dalam kunjungannya, Pratikno didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto, Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan serta sejumlah pejabat BNPB. Mereka diterima Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza RR Sastranegara.
Sebelum menuju lokasi, rombongan terlebih dahulu menggelar pertemuan di Posko Karhutla Korem 083/Baladika Jaya. Pertemuan tersebut turut dihadiri Danrem 083/BJ Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, Bupati Probolinggo Moh. Haris, jajaran Forkopimda serta perwakilan BPBD dari Kabupaten Probolinggo, Pasuruan dan Malang.
Dalam pertemuan itu dilaporkan, dari 34 titik api yang muncul sejak awal kejadian, saat ini tersisa dua titik yang masih harus dipadamkan, yakni di area Dingklik dan P30.
Penanganan dilakukan melalui jalur darat menggunakan mobil pemadam kebakaran dan metode manual. Sementara dari udara, pemadaman dilakukan dengan water bombing menggunakan tiga helikopter, yakni PK-DAP, PK-DBM dan PK-DAN.
Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto juga meminta strategi pemadaman diperkuat agar kebakaran segera dituntaskan. Menurutnya, ketersediaan helikopter harus diperhitungkan karena armada yang digunakan di Bromo juga dibutuhkan untuk menangani karhutla di wilayah lain.
“Sebab helikopter yang dipakai di Bromo ini juga ditunggu di tempat lain. Karena kejadian Karhutla tidak hanya di Bromo,” katanya.
Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono memastikan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan mencari strategi yang lebih efektif. Ia menargetkan hasil signifikan sudah terlihat pada Jumat mendatang.
“Hari ini sudah memasuki hari ke-8 dari kejadian awal pada Senin lalu. Paling tidak, hari Jumat sudah harus ada hasilnyang signifikan,” katanya.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, operasi water bombing pada Selasa telah dilakukan sebanyak 15 rit dengan total 37.000 liter air. Namun, kondisi cuaca menjadi kendala karena kabut dan kepulan asap tebal mengurangi visibilitas helikopter.
Selain TNBTS, BPBD Jatim dan relawan, sejumlah daerah turut membantu pemadaman, antara lain Damkar dan BPBD Kota Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto, Lumajang, Malang, Probolinggo, serta Pasuruan.
Adhy menambahkan, percepatan penanganan juga diperlukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat dan pariwisata Bromo. Setelah kebakaran selesai, pemerintah akan melakukan rehabilitasi sejumlah fasilitas, termasuk pipa air yang terdampak, sekaligus mempersiapkan pembukaan kembali aktivitas wisata.


0 comments