Menko AHY: Koordinat Pesawat ATR yang Jatuh Telah Diketahui | IVoox Indonesia

14 Maret 2026

Menko AHY: Koordinat Pesawat ATR yang Jatuh Telah Diketahui

antarafoto-tim-sar-gabungan-temukan-serpihan-pesawat-atr-42-500-1768721841-1
Helikopter jenis Caracal milik TNI AU melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 pada hari kedua di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan dengan dibantu helikopter TNI AU berhasil menemukan serpihan pesawat berupa bagian kecil jendela, ekor pesawat serta satu serpihan besar yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1). ANTARA FOTO/Arnas Padda

IVOOX.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan titik koordinat pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, telah diketahui, dan sejumlah serpihan pesawat itu ditemukan di dataran tinggi, area pegunungan.

AHY mengatakan saat ini tim evakuasi gabungan, termasuk dari Basarnas, tengah bekerja untuk mengecek situasi ditemukannya pesawat ATR 42-500 yang jatuh tersebut.

"Jadi tentunya kita berduka ya. Intinya hari ini kita terus melakukan upaya untuk evakuasi. Saya sudah dilapori oleh Menteri Perhubungan (Dudy Purwagandhi). Jadi penerbangan dari Yogyakarta ke Sulawesi Selatan menggunakan pesawat ATR, dan sebetulnya sudah persiapan landing juga, tetapi kemudian putus kontak, dan tadi saya dapat laporan sudah ada koordinat serpihan-serpihan pesawat yang tentunya perlu operasi khusus untuk bisa melakukan evakuasi," kata AHY saat ditemui selepas menghadiri acara akad nikah Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Agung Surahman, di TMII, Jakarta, Minggu (18/1/2026), dikutip dari Antara.

Sejauh ini, AHY belum dapat memastikan penyebab pesawat jatuh ataupun hilang kontak karena investigasi masih berlangsung. Walaupun demikian, serpihan pesawat itu ditemukan di daerah pegunungan.

"Kalau tadi lihat dokumentasinya, videonya, itu memang gunung-gunung sehingga kita masih perlu investigasi penyebab utamanya apa, karena apakah cuaca, atau ada kendala teknis yang lainnya. Ini masih perlu waktu untuk diinvestigasi, nanti di-update perkembangannya," ujar AHY.

Dalam dokumentasi video dan foto yang diterima dari TNI Angkatan Udara, beberapa potongan pesawat ATR 42-500 ditemukan di atas puncak dan lereng-lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan titik koordinat 4°55'44,37"S 119°44'50,008"E.

Dalam video yang sama, sejumlah prajurit TNI bersama tim evakuasi dari Basarnas menggunakan alat pengaman harness untuk turun ke lokasi ditemukannya serpihan dan potongan pesawat untuk pengecekan serta evakuasi.

Setidaknya ada lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU yang dikerahkan ke lokasi pencarian di Gunung Bulusaraung. Tim evakuasi naik ke atas puncak gunung menggunakan helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8.

Basarnas Tetapkan Radius Pencarian 1 Kilometer dari Serpihan Pesawat

Sementara, Basarnas menetapkan radius pencarian sejauh satu kilometer dari lokasi serpihan badan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, dengan fokus utama pencarian korban.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan area pencarian dibagi dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) darat yang disebar untuk mempercepat proses penelusuran medan pegunungan.

“Operasi difokuskan pada pencarian korban,” kata Edy, Minggu (18/1/2026), dikutip dari Antara.

Operasi SAR tersebut melibatkan 376 personel tim gabungan berasal dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya, termasuk organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala). Seluruh personel bekerja di medan bukit bebatuan kars dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, di tengah kondisi cuaca yang cepat berubah.

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT ditemukan pada Minggu pagi atau kurang dari 24 jam setelah dilaporkan hilang kontak oleh otoritas penerbangan udara di Sulawesi Selatan.

Keberadaan pesawat terdeteksi sekitar pukul 07.17 Wita setelah pesawat patroli udara melaporkan bahwa terlihat serpihan berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung.

Tim darat kemudian mengonfirmasi temuan serpihan pesawat di sisi utara puncak bukit sekitar pukul 08.02 Wita, disusul penemuan badan pesawat sekitar pukul 08.09 Wita untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Kantor SAR Makassar melaporkan pada Minggu pagi bahwa helikopter sempat mendarat beberapa saat dan menurunkan sejumlah personel Kopasgat dan Basarnas untuk memperkuat tim SAR darat. Helikopter kemudian kembali mengudara karena angin berembus cukup kencang dan jarak pandang terbatas, sekitar lima meter.

Berdasarkan data manivest penerbangan, pesawat ATR tersebut mengangkut 11 orang, termasuk awak pesawat. Di dalamnya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan selaku analis kapal pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara.

0 comments

    Leave a Reply