Menhut Sebut Tiga Perusahaan di Jambi Diselidiki Terkait Karhutla | IVoox Indonesia

Menhut Sebut Tiga Perusahaan di Jambi Diselidiki Terkait Karhutla

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni (kiri) saat meninjau kebakaran lahan gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, Selasa (25/8/2026). ANTARA/Agus Suprayitno.

IVOOX.id – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebutkan terdapat tiga kasus perusahaan di Jambi yang termasuk dalam tahap penyelidikan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari total 42 kasus pelanggaran hukum yang ditangani tim penegakan hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan RI.

"Dari tim Gakkum, saat ini di Indonesia ada 42 kasus pelanggaran karhutla, ada tiga kasus dari Jambi yang sedang ditangani tim dan kami sudah minta Kejati terus berkoordinasi untuk mengungkapkan kasus itu," kata Raja Juli Antoni, di Jambi Selasa (25/8/2026), dikutip dari Antara.

Pemerintah, lanjut Raja Juli, tidak pandang pilih untuk menegakkan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan karena seusai perintah dan arahan dari Presiden Prabowo.

"Gakum kementerian kehutanan tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terkait kasus karhutla di Tanah Air, termasuk di Jambi, baik perorangan maupun perusahaan untuk ditindak sesuai hukum berlaku," katanya.

Pemerintah pusat, menurutnya, meminta Pemerintah Provinsi Jambi tetap berkolaborasi dengan semua pihak dalam menangani karhutla serta untuk meninggalkan ego sektoral masing-masing pemangku kepentingan.

Menteri Raja Juli juga mengatakan musim kemarau pada 2026 sangat intensif dan panjang sebagaimana terjadi pada 2015. Dia mengatakan perlu penanganan serius dalam mencegah atau mengantisipasi karhutla.

"Kita perlu bersama-sama semua pihak baik dari Pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kejaksaan, BNPB, BNPD, BMKG, Kehutanan dan masyarakat peduli api dan pihak lainnya untuk bersama mengantisipasi karhutla tahun ini," kata Raja Juli.

Di Provinsi Jambi, masih terdapat titik api (firespot) pada tiga kabupaten yakni Sarolangun, Batang Hari, dan Tebo.

Raja Juli mengatakan kerjasama semua pihak diperlukan, selain operasi modifikasi cuaca dalam waktu dekat di lokasi karhutla.

"Ada tambahan satu lagi helikopter water boombing untuk Jambi dalam waktu dekat. Helikopter itu segera digeser ke Jambi," katanya.

Menteri Kehutanan juga mengimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar selama masa musim kemarau panjang.

Tambah Sumur Hidran Antisipasi Karhutla Berulang

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan penambahan sarana dan prasarana (sarpras) sumur hidran untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang di kawasan gambut.

"Jadi (sumur hidran) relatif sumber air ada, nanti tambah selang dan perawatan. Penambahan sumur, nanti kita eksekusi," kata Menhut Raja Juli di Jambi, Selasa (25/8/2026), dikutip dari Antara.

Sumur hidran adalah sebuah penampungan air yang dipergunakan secara khusus untuk proses pemadaman jika terjadi kebakaran di sebuah lokasi.

Menurut dia, keberadaan sumur hidran yang dibangun melalui Program Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dinilai cukup strategis, menciptakan pasokan air, sehingga bisa digunakan saat terjadi kebakaran.

"Dulu (sumur hidran) kerjaan eks BRGM untuk sumber air, karena memang sudah diprediksi jika terjadi kebakaran," ucapnya.

Manhut menegaska, untuk meminimalisir kebakaran lahan di Jambi, pemerintah telah menyusun langkah penanganan berupa skenario Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 27 hingga 30 Agustus mendatang.

Termasuk penebalan pasukan di lapangan dengan mengerahkan 500 personel dari Dinas Kehutanan (Dishut) setempat.

Menhut Raja Juli meyakini kerja kolaborasi seluruh pihak dan keterlibatan masyarakat tingkat tapak dalam memberikan informasi menjadi kunci dalam meminimalisir bahaya karhutla.

"Lahan gambut dalam empat meter, apalagi ini berbatasan dengan hutan lindung gambut seluas 17 ribu hektare. Jadi mohon sekali lagi kerja sama seluruh masyarakat hal semacam ini tidak terjadi di tempat lain," ucap Menhut.

Di hadapan Menhut, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sarwo menjelaskan kebakaran di wilayah tersebut bisa dikendalikan berkat keberadaan 23 sumur hidran aktif.

Sumur itu, menurut dia, sangat efektif dalam mengendalikan kobaran api sehingga tidak sampai menyentuh kawasan hutan lindung gambut.

"Ini hari ketiga (kebakaran) Pak Menteri, api sudah bisa dikendalikan berkat partisipasi petugas. Untung bisa dikendalikan tidak meluas ke hutan lindung, jaraknya tinggal satu kilometer," kata Sarwo, dikutip dari Antara.

Wakil Bupati (Wabup) Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja mengungkapkan selama periode Januari hingga Agustus jumlah titik api mencapai 135 titik. Timbulan titik api terbanyak terjadi selama periode Agustus tercatat mencapai 53 titik api.

Akibat musim kemarau ini, luas lahan yang terbakar telah mencapai 108 hektare, seluruhnya dalam kawasan lahan gambut.

"Dari 514 ribu hektare luas daratan di Tanjung Jabung Timur, 56 persennya lahan gambut, sangat riskan, kehadiran Pak Menteri (diharapkan) menjadi motivasi bahwa perhatian pemerintah betul-betul hadir," kata Muslimin dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply