Mengenal Pajangan Simbol Keberuntungan pada Perayaan Imlek

IVOOX.id – Pakar Feng Shui Yulius Fang mengatakan bahwa keluarga keturunan Tionghoa umumnya memajang beberapa hiasan dan benda simbol keberuntungan umumnya di rumah pada masa perayaan tahun baru Imlek.
"Jadi, semua orang, tanpa kecuali, mau dari muda sampai tua, mau laki maupun wanita, kita butuh satu keberuntungan dalam hidup kita. Makanya Feng Shui Astrologi, bazi, dan kawan-kawan ini berusaha keras untuk menghadirkan keberuntungan di dalam diri kita," katanya, Rabu (11/2/2026), dikutip dari Antara.
Ia mencontohkan tulisan Fu, simbol dalam bahasa Tionghoa berarti beruntung atau hoki, biasanya dipajang di rumah dengan harapan pemilik rumah bisa mendapat keberuntungan sepanjang tahun.
Menurut dia, keberuntungan akan datang bersama kerja keras. Jadi, penting untuk mengiringi usaha dengan doa.
Selain dipasang pada perayaan Imlek, simbol Fu sering dijadikan sebagai bagian dekorasi rumah tetap dengan harapan usaha pemilik rumah bisa selalu mendatangkan hasil baik.
Di kalangan masyarakat Tionghoa juga ada kepercayaan bahwa memasang tulisan Fu secara terbalik bisa menumpahkan keberuntungan atau rezeki untuk ditampung oleh pemilik rumah.
Selain tulisan Fu, Yulius mengatakan, barang pajangan seperti koin emas zaman dulu atau kotak harta di meja dianggap sebagai simbol kemakmuran dan rezeki melimpah.
Menurut dia, buah jeruk dan apel juga dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran.
"Apel itu melambangkan Ping an, artinya aman, sentosa, selamat, damai, harmoni, seperti itu. Jadi, kedua buah ini biasanya juga sering di display baik sincia ataupun tidak sincia," ia menjelaskan.
Hiasan lain yang lazim dipajang di rumah warga Tionghoa adalah Fu Lu Shou, patung tiga dewa yang dipercaya mendatangkan keberuntungan (Fu), peruntungan karier (Lu), dan usia tua (Shou).
Caishen atau Dewa Harta juga termasuk simbol kekayaan yang kerap dijadikan pajangan di rumah.
Guna "mengundang" Dewa Harta ke rumah, orang Tionghoa biasa membuka pintu, jendela, dan menyalakan semua lampu rumah pada malam awal tahun atau sincia.
Yulius juga mengemukakan munculnya kepercayaan-kepercayaan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan tradisi masyarakat Tionghoa, seperti kepercayaan bahwa hujan saat sincia akan membawa keberuntungan dan menaruh benda tajam di rumah semasa Imlek bisa mendatangkan kesialan.


0 comments