Mendiktisaintek: Universitas Republik Indonesia Tidak Membawahi Seluruh Kampus | IVoox Indonesia

July 25, 2026

Mendiktisaintek: Universitas Republik Indonesia Tidak Membawahi Seluruh Kampus

Gubernur Universitas Republik Indonesia Donny Ermawan Taufanto
Gubernur Universitas Republik Indonesia Donny Ermawan Taufanto (kanan) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

IVOOX.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan Universitas Republik Indonesia (URI) tidak membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

"Tapi bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus-kampus ya, tidak begitu," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan penjelasan lebih rinci mengenai peran dan posisi URI akan disampaikan oleh Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto.

Terkait rencana pembangunan 10 kampus di bawah naungan URI, Brian mengatakan mekanisme pengelolaannya masih dalam tahap kajian.

"Nah, itu masih dalam kajian seperti apa," ujarnya.

Menurut Brian, URI dibentuk untuk menjalankan program afirmasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bertugas di lokasi maupun posisi strategis, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta mendukung berbagai program prioritas nasional.

Soal pembangunan 10 kampus tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih mengecek lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan kampus URI.

"Ditunggu pembangunannya, masih dicek lahannya," kata Prasetyo singkat saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/7/2026), dikutip dari Antara.

Prasetyo sebelumnya mengatakan URI disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang diterapkan di sejumlah negara.

Ia menjelaskan berbagai negara di dunia memiliki lembaga pendidikan khusus yang bertugas mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan.

Prasetyo mencontohkan Prancis memiliki École nationale d'administration (ENA), yang kini telah berubah menjadi Institut National du Service Public (INSP), sebagai lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.

Melalui model serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin di Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.

Terpisah, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengatakan bahwa URI akan berfokus pada penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna mendukung pengembangan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Aris mengatakan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian pada pembentukan generasi unggul karena Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun masih perlu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam penguasaan teknologi.

"Oleh karena itu, Pak Presiden ya fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Ya dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," kata Aris di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, penguatan pendidikan berbasis STEM diharapkan dapat mendorong Indonesia menguasai teknologi secara mandiri sehingga tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.

Aris juga menyampaikan dirinya baru berdiskusi dengan sekitar 20 rektor perguruan tinggi negeri. Dalam pertemuan itu, salah satu pembahasan menyangkut upaya memajukan teknologi di Indonesia agar bangsa ini semakin mandiri.

Selain STEM, dia mengatakan URI juga akan membuka berbagai program studi lain, termasuk di bidang kesehatan dan kedokteran.

"Salah satunya fokusnya ke situ (STEM), tetapi prodi-prodi yang lain tentunya juga akan banyak. Misalnya kesehatan, kedokteran," ujarnya.

Menurut Aris, pengembangan pendidikan kedokteran perlu ditingkatkan mengingat rasio dokter di Indonesia masih berada di bawah standar ideal.

Dia menyebut rasio dokter di Indonesia sekitar 0,47 per 1.000 penduduk di wilayah perkotaan dan sekitar 0,27 per 1.000 penduduk di wilayah pedesaan, sedangkan standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar satu dokter per 1.000 penduduk.

"Kita juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya. Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO, tetapi kan kita kalau enggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan. Ya ini sangat kurang sekali. Oke ya, nanti kita selesaikan," kata dia.

Terkait mekanisme perekrutan maupun aspek teknis penyelenggaraan URI, Aris mengatakan penjelasan lebih lanjut akan disampaikan oleh Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto.

Sebelumnya, Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan pembentukan URI merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka mencetak pemimpin masa depan.

"Jadi, Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan," kata Donny saat memberikan pernyataan pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026), dikutip dari Antara.

Donny menuturkan langkah besar pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM dilakukan melalui integrasi berbagai program dan lembaga pendidikan yang telah ada.

Upaya tersebut, kata dia, meliputi pengembangan Sekolah Unggul Garuda, pendirian Universitas Republik Indonesia serta integrasi Lembaga Administrasi Negara (LAN).

"Jadi, kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia. Kemudian yang berikutnya, yang ketiga adalah mengintegrasikan juga adalah Lembaga Administrasi Negara. Ini semua adalah terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan. Baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," tuturnya.

Selain itu, Donny mengungkapkan pemerintah akan membentuk Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang berada di bawah kewenangan Gubernur URI. Menurutnya, badan tersebut akan membawahi tiga institusi.

"Ini nanti akan ada tiga institusi, yang pertama adalah Badan Pengelola Sekolah Unggulan, yang kedua adalah Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah Lembaga Administrasi Negara," ucapnya.

Terkait integrasi dan pengembangan LAN, Donny menjelaskan ke depan fungsi lembaga tersebut akan diperluas, tidak hanya untuk pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga mencakup pembinaan dan pendidikan bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi, penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," kata Donny.

Pada kesempatan tersebut, Donny juga menyampaikan upaya pembinaan dan pengembangan SDM telah mulai dijalankan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Melalui program tersebut, pemerintah menyiapkan calon-calon pemimpin terbaik bangsa yang akan dibina secara berkelanjutan.

"Jadi kami melatih, membina, saat ini adalah 399 orang pegawai baru dari BUMN, sedang kami latih, sedang kami bina, untuk menjadi seorang karyawan yang punya hati yang mulia, dan punya pikiran otak yang cerdas untuk memajukan bangsa kita ini. Jadi itu akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi, dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto melantik Donny sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Diketahui, Donny sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sementara Yos sebelumnya menjabat sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Selepas pelantikan, Donny menyatakan dirinya tetap menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai pimpinan lembaga pendidikan baru tersebut.

Donny menjelaskan jabatan sebagai Wamenhan masih dipertahankan karena terdapat keterkaitan antara tugas di Kementerian Pertahanan dan URI, terutama dalam pembentukan wawasan kebangsaan dan bela negara.

"Ya masih merangkap karena bagaimanapun juga ada irisannya ya tadi terkait dengan wawasan kebangsaan tadi itu juga tetap kita juga ada di Kementerian," kata Donny, Rabu (22/7/2026), dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply