Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Tunjangan Guru Non-ASN Naik Menjadi Rp 2 Juta, ASN Setara Gaji Pokok

IVOOX.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan peningkatan kesejahteraan guru melalui kenaikan tunjangan serta perbaikan sistem penyaluran bantuan bagi tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Menurutnya, pemerintah telah merealisasikan kenaikan tunjangan bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memastikan tunjangan profesi guru ASN tetap diberikan sesuai ketentuan.
“Kemudian untuk kesejahteraan guru, kami ingin menegaskan sekali lagi bahwa sesuai komitmen Bapak Presiden, tunjangan guru non-ASN sekali lagi sudah dinaikan, dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Sedangkan guru ASN menerima tunjangan sebesar gaji pokok,” kata Mu’ti dikutip dari youtube resmi Sekretariat Presiden pada Jumat (12/6/2026).
Selain kenaikan nominal tunjangan, pemerintah juga melakukan perubahan pada mekanisme penyaluran gaji dan tunjangan guru. Jika sebelumnya pencairan dana harus melalui sejumlah tahapan birokrasi, kini dana tersebut ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan.
Mu’ti menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan birokrasi dan memastikan manfaat program dapat diterima lebih cepat oleh para guru.
“Ini menjadi terobosan karena tunjangan dan gaji ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Dengan demikian, guru dapat menerima manfaatnya secara langsung tanpa proses birokrasi yang berbelit,” ujarnya.
Di samping peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga melanjutkan program peningkatan kualitas dan kualifikasi akademik guru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2026 menyiapkan program beasiswa bagi 150 ribu guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Diploma IV (D4) atau Sarjana (S1).
Setiap peserta program akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester. Saat ini proses pendaftaran masih berlangsung dan pemerintah terus mendorong para guru untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
Mu’ti menjelaskan program serupa telah lebih dulu dijalankan pada 2025 dengan kuota 12.500 guru melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Para peserta kini telah memasuki semester kedua dan sebagian di antaranya diperkirakan dapat menyelesaikan studi pada tahun ini.
“Kami berharap Bapak Presiden berkenan mewisuda 12.500 guru yang mengikuti program beasiswa S1 melalui sistem RPL,” kata Mu’ti.


0 comments