Mendag Sebut Transaksi JMFW 2026 Capai 19,51 Juta Dolar AS | IVoox Indonesia

January 20, 2026

Mendag Sebut Transaksi JMFW 2026 Capai 19,51 Juta Dolar AS

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengunjungi booth pelaku UMKM dalam gelaran Jakarta Muslim Fashion Week 2026 di Jakarta, Minggu (9/11/2025). (ANTARA/Aji Cakti)

IVOOX.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan transaksi Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 hingga Minggu 9 November 2025 pukul 14:48 WIB mencapai 19,51 juta dolar AS.

"Transaksi sampai tanggal 9 November, total transaksi tercatat sebesar 19,51 juta dolar AS," ujar Budi Santoso dalam seremoni penutupan JMFW 2026 di Jakarta, Minggu (9/10/2025), dikutip dari Antara.

Total transaksi tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 10 juta dolar AS.

Kemudian, kata Budi Santoso, hingga 9 November 2025 pukul 14:48 WIB jumlah pengunjung JMFW 2026 mencapai 11.459 pengunjung. Jumlah exhibitor JMFW 2026 tercatat sebanyak 242.

Selain itu, JMFW 2026 juga banyak dihadiri pembeli (buyer) dari luar negeri yakni Malaysia, Perancis, Italia, Singapura, Uni Emirat Arab, Jepang dan Sudan.

"Capaian JMFW kali ini cukup bagus," kata Budi Santoso.

Kementerian Perdagangan kembali menggelar Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 yang ditargetkan dapat mencetak nilai transaksi sebesar 10 juta dolar AS.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan, JMFW tahun lalu mencatatkan nilai transaksi sebesar 20,4 juta dolar AS, melampaui target yang ditetapkan sebesar 3 juta dolar AS.

Menteri Perdagangan Budi Santoso meyakini Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 yang digelar pada 6-9 November 2025 dapat menggerakkan ekosistem fesyen domestik.

JMFW 2026 merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya sejak dimulai pada 2021.

Untuk tahun ini, JMFW mengusung tema “Essential Lab”, yakni sebuah konsep laboratorium yang dipenuhi ide kreatif dan inovatif untuk menjadi acuan tren fesyen Muslim tahun depan.

Pelaksanaan JMFW tahun ini diawali dengan pre-event seperti seminar, co-branding, dan fasilitasi pitching antara pelaku industri fesyen Muslim dengan pembeli internasional.

Dengan begitu, diharapkan sudah ada pembeli dari luar negeri yang siap melakukan business matching dengan pelaku usaha pada saat puncak acara nantinya.

Maksimalkan Penjualan via Omnichannel

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan pelaku usaha fesyen dapat memaksimalkan penjualan dengan menjalankan toko secara bersamaan (omnichannel).

Menurut dia, toko fisik memberikan pengalaman berbelanja secara langsung, kemudian toko daring (online) membantu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Jadi semua jalan bareng, karena sekarang pengalaman berbelanja juga kadang harus melihat secara fisik. Jadi secara fisik jualan berarti juga berjualan secara online atau omnichannel," ujar Budi Santoso dalam acara Jakarta Muslim Fashion Week 2026 di Jakarta, Minggu (9/11/2025), dikutip dari Antara.

Dirinya juga menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) selalu mendukung pelaku usaha fesyen lokal untuk terus mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pasar, salah satunya melalui kolaborasi dan sinergi dengan platform niaga elektronik (e-commerce).

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan omnichannel atau penjualan yang mengintegrasikan antara luring dan daring merupakan salah satu solusi untuk mengatasi fenomena rombongan jarang beli atau yang dikenal dengan rojali.

Budi menjelaskan, konsumen memiliki hak untuk memilih berbelanja di toko fisik atau melalui niaga elektronik (e-commerce). Menurutnya, apa yang dilakukan oleh rojali merupakan hal yang wajar.

Dengan perkembangan digital, toko fisik diharapkan juga mampu memiliki toko daring. Menurutnya, kebanyakan masyarakat melihat produk secara langsung di toko, dan melakukan pembelian melalui niaga elektronik.

Selain itu, fitur live shopping atau berjualan secara langsung menjadi wadah untuk memperlihatkan produk secara nyata dan bukan sekadar gambar.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pemilik toko fisik mau tidak mau, harus membuka toko daring, sehingga setelah melihat secara langsung, para calon pembeli tersebut dapat melanjutkan transaksi secara online.

Ia juga menekankan bahwa toko fisik dan daring telah bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, niaga elektronik tidak hanya sekadar untuk menjual barang saja, tetapi juga mengajarkan untuk mengemas produk dengan bagus dan menarik.

0 comments

    Leave a Reply