Mendag Bantah Program Makan Bergizi Gratis Picu Kenaikan Harga Ayam | IVoox Indonesia

19 Februari 2026

Mendag Bantah Program Makan Bergizi Gratis Picu Kenaikan Harga Ayam

antarafoto-kebutuhan-daging-ayam-untuk-makan-bergizi-gratis-1759755854-1
Ayam broiler berusia 11 hari di Dzeta Farm Desa Margaluyu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat kebutuhan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 diperkirakan mencapai 70 ribu ton dari total proyeksi produksi nasional sekitar 3,8 juta ton, atau sekitar 1,8 persen dari produksi nasional. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

IVOOX.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memicu kenaikan harga daging ayam ras di pasar. Ia mengklaim, MBG membuat produksi menjadi lebih terukur lantaran adanya kepastian permintaan, sehingga harganya cenderung stabil.

Menurutnya, fluktuasi harga ayam sebelumnya lebih banyak dipengaruhi oleh naik-turunnya permintaan pasar. Ketika permintaan tidak menentu, produksi ikut menyesuaikan sehingga harga mudah bergejolak.

"Kalau dulu harga naik-turun karena permintaannya naik-turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik-turun. Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini (naik), ada kepastian. Justru produksi itu ngikutin ya, linear gitu, ngikutin permintaan sehingga harga malah cenderung stabil," kata Budi di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (18/2/2026), dikutip dari Antara.

Ia meminta publik melihat kondisi harga secara menyeluruh. Menurutnya, tidak ada lonjakan harga ayam yang terjadi secara tiba-tiba akibat pelaksanaan MBG.

"Apakah terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan enggak ada, semua harga kan bagus juga," ujarnya.

Mendag mengatakan telah berdiskusi dengan pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan produsen ayam. Dari hasil pertemuan tersebut, pelaku usaha menyampaikan bahwa kepastian permintaan dari program MBG justru membantu mereka meningkatkan produksi secara konsisten.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pemerintah memastikan pemantauan harga dan pasokan tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.

"Ini justru bagus, karena kami produksinya terus meningkat, dan pasti karena permintaan menjadi pasti. Kalau dulu, permintaan naik-turun kan tergantung pasar," imbuhnya.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 13 Februari 2026, harga daging ayam ras tercatat sebesar Rp40.259 per kilogram. Telur ayam ras Rp30.570 per kilogram, besar medium Rp13.640 per kilogram, Minyakita Rp16.020 per liter, serta cabai rawit Rp73.609 per kilogram.

0 comments

    Leave a Reply