Menakar Masa Depan Industri Kreatif dari Ruang Kelas ke Dunia Profesional | IVoox Indonesia

June 13, 2026

Menakar Masa Depan Industri Kreatif dari Ruang Kelas ke Dunia Profesional

IMG_9018
Pengunjung dan mahasiswa melihat langsung pameran karya fotografi dan desain yang dipajang menggunakan easel di area selasar auditorium. IVOOX.ID/Panitia IKOM Project Showcase 2026

IVOOX.id – Di tengah derasnya arus kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi yang mengubah lanskap industri kreatif, satu pertanyaan penting muncul: apakah talenta muda Indonesia siap bersaing di masa depan?

Pertanyaan itu seolah menemukan jawabannya di Auditorium Gedung Damar Telkom University, Bandung, Kamis pekan lalu. Ratusan pasang mata tertuju pada karya-karya visual yang dipajang rapi di sudut ruangan pada ajang IKOM Project Showcase 2026.

Foto-foto dengan komposisi matang, film pendek dengan cerita yang menyentuh, hingga presentasi proyek kreatif mahasiswa menjadi bukti bahwa ruang kelas tidak lagi sekadar tempat belajar teori, melainkan laboratorium untuk menyiapkan generasi kreatif masa depan.

Melalui acara yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom University, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan hasil kerja mereka kepada publik sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan yang dimiliki mampu menjawab kebutuhan industri kreatif yang semakin kompetitif.

Ajang yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi bagian dari implementasi strategis mata kuliah Sinematografi dan Fotografi yang diikuti mahasiswa konsentrasi Media Project Angkatan 2023. Lebih dari sekadar pameran akademik, kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan realitas industri profesional yang terus berkembang.

Bagi banyak mahasiswa, proses menghasilkan sebuah foto atau film pendek tidak hanya soal kreativitas. Ada proses panjang yang melibatkan riset, diskusi, perencanaan produksi, hingga penyelesaian teknis yang sering kali menguras tenaga dan waktu.

“Melalui IKOM Project Showcase 2026, seluruh proses tersebut akhirnya mendapatkan panggung yang layak,” ujar dosen Fotografi, Nisa Nurmauliddiana Abdullah melalui siaran pers yang diterima Ivoox.id.

 Pemaparan materi mengenai "Fotografi Produk" oleh Dwi Ratri Utomo. IVOOX.ID/Panitia IKOM  Project Showcase 2026

Pemaparan materi mengenai "Fotografi Produk" oleh Dwi Ratri Utomo. IVOOX.ID/Panitia IKOM Project Showcase 2026

Acara yang menghadirkan berbagai karya mahasiswa dalam format pameran dan pemutaran film. Pengunjung dapat menikmati beragam karya fotografi mulai dari Human Photography, Non-human Photography, hingga Commercial Photography yang ditampilkan dalam segmen Tour de Photos.

Di sisi lain, layar auditorium menampilkan film-film pendek hasil produksi mahasiswa yang lahir dari mata kuliah sinematografi. Tahun ini, tiga film pendek beragam genre diputar dalam sesi screening, yakni When Light Finds You, Interea, dan Quattro.

Film-film tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan kamera dan perangkat lunak editing, tetapi juga mengasah kemampuan bercerita, membangun emosi, serta menerjemahkan ide menjadi karya audiovisual yang relevan dengan audiens.

Salah satu sesi yang paling menyita perhatian dalam acara ini adalah kuliah umum yang menghadirkan fotografer profesional Dwi Ratri Utomo.

Dalam paparannya bertajuk Fotografi Produk: Esensi Teknis dan Strategi Profesional, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh membuat generasi muda melupakan fondasi utama dalam dunia kreatif.

Menurutnya, meskipun AI semakin banyak digunakan dalam proses produksi visual, kemampuan teknis seperti pengaturan pencahayaan, akurasi warna, komposisi, hingga teknik focus stacking tetap menjadi keahlian yang tidak tergantikan.

"Fotografi produk bukan hanya soal menghasilkan gambar yang menarik secara visual, tetapi juga bagaimana sebuah foto mampu membangun identitas merek dan menciptakan kepercayaan konsumen," ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya persaingan bisnis digital. Ketika ribuan produk bersaing mendapatkan perhatian konsumen di layar ponsel, kualitas komunikasi visual menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sebuah merek.

Tomo juga menekankan bahwa fotografer masa kini harus mampu beradaptasi dengan ritme industri yang serba cepat tanpa mengorbankan kualitas hasil kerja. Pesan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang dalam waktu dekat akan memasuki dunia profesional.

Di balik pameran karya dan pemutaran film, IKOM Project Showcase 2026 menyimpan misi yang lebih besar: membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Adrio Kusmareza Adim, dosen Sinematografi mengatakan industri kreatif Indonesia saat ini menjadi salah satu sektor yang terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan multidisiplin.

“Perusahaan media, agensi kreatif, industri hiburan, hingga bisnis digital membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai komersial dan sosial,” katanya.

Karena itu, pengalaman mengelola proyek kreatif secara nyata menjadi aspek penting dalam pendidikan komunikasi modern.

Melalui showcase ini, mahasiswa belajar menghadapi tantangan yang sama seperti yang akan mereka temui di dunia kerja, mulai dari menyusun konsep, mengelola produksi, bekerja dalam tim, hingga mempertanggungjawabkan hasil karya di hadapan publik.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan penghargaan kepada karya-karya terbaik berdasarkan standar industri. Sejumlah kategori diperebutkan, antara lain Best Human Photography, Best Non-Human Photography, Best Commercial Photography, Best Screenplay, Best Film Editing, dan Best Cinematography.

“Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan pengakuan atas dedikasi, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan produk komunikasi visual yang berkualitas,” ujar dosen lain, Chairunnisa Widya Priastuty.

Dia menambahkan, ketika dunia kreatif bergerak semakin cepat dan teknologi terus menghadirkan disrupsi baru, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dan menciptakan inovasi.

IKOM Project Showcase 2026 menunjukkan bahwa proses tersebut dapat dimulai dari ruang kelas yang terhubung dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan praktisi profesional, pendidikan tidak lagi berhenti pada teori, melainkan berkembang menjadi pengalaman nyata yang membentuk kompetensi masa depan.

0 comments

    Leave a Reply