Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Aksi Tujuh Jam Menuju Bundaran HI Jakarta

IVOOX.id – Mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta akhirnya membubarkan diri setelah menggelar aksi selama tujuh jam di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, massa mencoba menembus blokade petugas keamanan untuk mencapai Bundaran HI.
Mengutip Antara, massa membubarkan diri setelah berdiskusi dengan aparat keamanan. Mereka membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB dan meninggalkan lokasi unjuk rasa.
Unjuk rasa mahasiswa digelar sejak Jumat siang. Rombongan mahasiswa dengan berbagai warna almamater itu tiba sekitar pukul 14.30 WIB, dengan mencoba masuk ke kawasan Bundaran HI.
Mereka melakukan jalan kaki (long march) dari kawasan Semanggi hingga kawasan Dukuh Atas sebelum ditahan masuk area Bundaran HI.
Mengutip Instagram BEM UI, dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut lima hal. Di antaranya stop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, hentikan militerisme di ranah sipil, serta meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.
Aksi yang berlangsung sekitar tujuh jam tersebut berlangsung kondusif, meskipun sempat memanas beberapa kali dikarenakan adanya upaya untuk menerobos penjagaan petugas.
Aksi yang berlangsung hingga malam hari itu juga tidak menimbulkan gesekan yang berarti antara petugas dan mahasiswa, karena petugas keamanan melayani dan memberikan ruang bagi para demonstran.
Setelah mahasiswa membubarkan diri, petugas keamanan langsung mensterilkan lokasi demonstrasi dari warga maupun pengemudi ojek online yang memarkirkan kendaraan di tepi jalan.
Sejumlah organisasi sipil sempat mengkritik pengerahan aparat TNI membantu polisi dalam pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa. Pengerahan personel TNI tersebut juga menuai banyak komentar miring di dunia maya dan menilainya sebagai tindakan berlebihan serta terkesan mengintimidasi massa.
Terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas mengatakan pengerahan personel TNI untuk berjaga saat demonstrasi massa di Jakarta Pusat merupakan permintaan dari pihak Kepolisian.
"Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu," kata Nas di Jakarta, Jumat (12/6/2026), dikutip dari Antara.
Nas menjelaskan kehadiran personel TNI tidak untuk menangani massa aksi secara langsung. Mereka hadir untuk memberi dukungan personel jika polisi sudah tidak bisa mengendalikan massa.
Pihaknya juga tidak akan mengambil peran polisi sebagai pihak penegak hukum dalam menindak massa aksi.
"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya tetap polisi di depan," ujar Nas.


0 comments