Lippo dan Pakuwon Sebut Pagar Mal Bukan Kebijakan Perusahaan, Nilai Kondisi Keamanan Indonesia Tetap Kondusif

IVOOX.id – Dua pemilik jaringan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia, James T. Riady dari Lippo Group dan Alexander Tedja dari Pakuwon Group, menegaskan bahwa kondisi keamanan nasional tetap kondusif. Keduanya memastikan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan bukan merupakan kebijakan perusahaan, melainkan inisiatif manajemen di tingkat lokal.
Chairman Lippo Group sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, mengatakan seluruh mal milik Lippo memang pernah memasang pagar saat Indonesia menghadapi kerusuhan pada masa lalu. Namun, langkah tersebut sudah lama dihentikan karena situasi keamanan dinilai telah kembali normal.
“Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang,” ujar James dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Senin (3/8/2026).
James menegaskan bahwa pemasangan pagar di beberapa lokasi merupakan kasus yang bersifat terisolasi dan tidak mencerminkan kondisi industri pusat perbelanjaan secara keseluruhan.
“Itu hanya inisiatif manajemen lokal, bukan kebijakan pemilik ataupun kantor pusat. Bahkan setelah dikonfirmasi, pagar seperti itu memang tidak diperlukan,” katanya.
James menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi sosial maupun ekonomi nasional. Ia menyebut berbagai kebijakan pemerintah, seperti mempertahankan harga BBM bersubsidi, tarif listrik rumah tangga bersubsidi, dan harga LPG 3 kilogram, berhasil menjaga daya beli masyarakat meski dunia menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik.
“Selama BBM subsidi tidak naik, LPG 3 kilogram tidak naik, dan tarif listrik rumah tangga bersubsidi tetap, tidak ada alasan masyarakat gelisah,” ujarnya.
Menurut James, optimisme tersebut juga tercermin dari kondisi industri pusat perbelanjaan yang tengah mengalami pertumbuhan positif. Bahkan, permintaan ruang usaha dari para penyewa disebut lebih tinggi dibandingkan ketersediaan ruang di banyak pusat perbelanjaan modern.
“Sekarang justru kekurangan ruang. Permintaan untuk membuka toko lebih besar daripada pasokan ruang di pusat perbelanjaan modern. Ini masa emas bagi bisnis mal,” kata James.
Ia menambahkan, prospek industri yang menjanjikan mendorong Lippo Group terus berekspansi. Saat ini perusahaan mengelola 106 pusat perbelanjaan yang terdiri atas 71 mal dan 35 shopping center di lebih dari 29 kota di Indonesia. Menurutnya, pangsa pasar Lippo mencapai sekitar 25 persen dari total ruang ritel modern nasional.
Sementara, pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja memastikan pagar yang sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, akan segera dibongkar. Menurutnya, keputusan memasang pagar merupakan kebijakan manajemen setempat tanpa arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat.
“Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar,” kata Alex.
Alex menyebut isu pagar mal memang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, ia memastikan kondisi keamanan saat ini tetap kondusif sehingga tidak ada kebutuhan untuk memasang pagar pembatas.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Alexander Tedja terkait polemik tersebut. Dari hasil pembicaraan itu, Alex memastikan pagar di Kota Kasablanka akan segera dibongkar dan penataan di properti Pakuwon lainnya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku agar tidak memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Saya juga sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan,” ujar Maruarar.
Maruarar mengatakan, pernyataan kedua pelaku usaha tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia investasi dan sektor ritel nasional. “Mereka adalah pemilik mal dan hotel di Indonesia. Sikap kedua pemilik mal ini patut diapresiasi karena situasi keamanan kita memang baik,” katanya.
Maruarar pun berharap penjelasan dari kedua pemilik mal tersebut dapat mengakhiri spekulasi yang berkembang dan memperkuat optimisme terhadap stabilitas keamanan serta prospek ekonomi Indonesia.
“Yang harus dibangun adalah optimisme. Faktanya, situasi keamanan kondusif, aktivitas ekonomi berjalan normal, pusat-pusat perbelanjaan ramai dikunjungi, bahkan permintaan ruang usaha terus meningkat. Tidak ada alasan untuk membangun persepsi seolah-olah kondisi keamanan memburuk,” katanya.
Sebelumnya pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kondisi ibu kota aman sehingga meminta pengelola mal dan perkantoran agar segera melepas pagar yang baru terpasang karena tidak perlu merasa khawatir berlebih.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Gubernur DKI Pramono Anung di Blok M Hub Jakarta, Jumat (31/7/2026), dikutip dari Antara.
Pramono menyoroti peristiwa tersebut dan mengingatkannya pada unjuk rasa serta kerusuhan pada Agustus 2025.
Dia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI, Polri maupun aparat penegak hukum lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ucapnya.


0 comments