Leapmotor B10 dan Ioniq 3 akan Diperkenalkan di Ajang GIIAS 2026 | IVoox Indonesia

July 4, 2026

Leapmotor B10 dan Ioniq 3 akan Diperkenalkan di Ajang GIIAS 2026

Tampilan dari SUV Leapmotor B10
Tampilan dari SUV Leapmotor B10. (ANTARA/Chairul Rohman)

IVOOX.id – PT Indomobil National Distributor, agen pemegang merek Leapmotor di Indonesia, akan memboyong Sport Utility Vehicle (SUV) listrik terbarunya, Leapmotor B10, dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Di ajang yang sama, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akan memperkenalkan Ioniq 3. 

PT Indomobil National Distributor memastikan bahwa Leapmotor B10 bakal meramaikan pameran GIIAS 2026.

Chief Executive Officer (CEO) PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw mengatakan hadirnya kendaraan SUV asal China ini, dipastikan memiliki harga yang cukup kompetitif dengan pesaingnya seperti Geely EX5.

“Kita indikasikan bahwa target kita di bawah Rp500 jutaan untuk wilayah on the road Jabodetabek,” kata Tan Kim Piauw di Jakarta, Kamis (2/7/2026), dikutip dari Antara.

Kehadiran Leapmotor B10, diproyeksikan menjadi pilihan baru di segmen SUV listrik menengah yang kini semakin kompetitif.

Dengan harga yang relatif terjangkau, model ini diharapkan mampu menarik konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Dari sisi spesifikasi, Leapmotor B10 dibangun di atas platform LEAP 3.5 yang mengadopsi teknologi Cell-to-Chassis (C2C).

SUV listrik tersebut dibekali dengan baterai berkapasitas 67,1 kWh. Berdasarkan pengujian internal perusahaan, Leapmotor B10 mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Sementara itu, menurut standar pengujian Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP), jarak tempuhnya mencapai sekitar 434 kilometer.

Secara spesifikasi, Leapmotor B10 hadir sebagai SUV kompak listrik yang mengusung motor penggerak bertenaga 160 kW atau setara 214 daya kuda (hp).

Mobil ini juga diklaim mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer berdasarkan pengujian standar NEDC, menjadikannya salah satu kandidat menarik di segmen SUV listrik menengah.

Salah satu keunggulan yang dipamerkan dalam acara ini adalah fitur Vehicle-to-Load (V2L). Teknologi tersebut memungkinkan baterai kendaraan menyuplai listrik ke perangkat eksternal dengan daya hingga 3.300 watt.

Dalam demonstrasi, Leapmotor B10 digunakan untuk menghidupkan televisi, sistem audio, hingga laptop, menunjukkan potensinya sebagai sumber listrik portabel untuk berbagai aktivitas luar ruangan.

Selain itu, SUV ini juga menawarkan bagasi berkapasitas besar serta fitur Persona Panel Dashboard, sebuah panel multifungsi yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan maupun menggantung berbagai barang agar mudah dijangkau penumpang.

Kehadiran Leapmotor B10 menambah daftar pemain baru di pasar kendaraan listrik nasional. Dengan kombinasi kabin yang nyaman, teknologi modern, dan fitur fungsional, SUV listrik asal Tiongkok ini memiliki modal kuat untuk bersaing.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto melakukan presentasi di Hyundai N Brand Experience Center, Jakarta, Kamis (2/7/2026), yang menampilkan Hyundai Ioniq 3. (ANTARA/Pamela Sakina)

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto melakukan presentasi di Hyundai N Brand Experience Center, Jakarta, Kamis (2/7/2026), yang menampilkan Hyundai Ioniq 3. (ANTARA/Pamela Sakina)

Hyundai Boyong Ioniq 3

Sementara itu, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akan memperkenalkan Ioniq 3 pada ajang GIIAS 2026 sebagai bagian dari upaya menjajaki minat konsumen sekaligus memperkuat jajaran kendaraan listrik Ioniq di Indonesia.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Ioniq 3 yang ditampilkan pada GIIAS merupakan edisi spesial dan kehadirannya ditujukan untuk melihat respons masyarakat sebelum perusahaan memutuskan langkah berikutnya.

"Ioniq 3 itu special edition, kita sedang melihat animo masyarakat di Indonesia," kata Fransiscus di Jakarta, Kamis (2/7/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, apabila respons pasar dinilai positif, Hyundai akan mempertimbangkan untuk menghadirkan model tersebut di pasar otomotif Indonesia.

"Jika bagus (respon masyarakat), kita akan pertimbangkan (Ioniq 3) untuk masuk di Indonesia. Tapi sekali lagi bahwa kendaraan ini mendapatkan respons yang sangat positif. Apalagi sampai viral dan kita berharap bahwa kendaraan ini bisa beredar di jalanan Indonesia," ujarnya.

Fransiscus mengatakan kehadiran Ioniq 3 di salah satu pameran otomotif tahunan terbesar di Indonesia ini juga menjadi bagian dari komitmen Hyundai yang tengah berupaya memperkuat keluarga seri Ioniq di pasar Indonesia agar semakin lengkap.

"Untuk Ioniq 3 ini kami bawa, karena Mr. Kenny ingin seri Ioniq lebih kuat di Indonesia, melengkapi lini yang sudah ada di Indonesia saat ini, Ioniq 5 dan Ioniq 6. Ioniq 3 ini juga kebetulan sangat viral, ya," katanya.

Mengutip Antara, berdasarkan situs resmi Hyundai, Ioniq 3 mengedepankan efisiensi aerodinamika, teknologi kendaraan listrik yang mudah digunakan, serta kabin lapang untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Hatchback listrik ini dibangun di atas Electric-Global Modular Platform (E-GMP) Hyundai Motor Group dengan arsitektur kelistrikan 400 volt.

Di pasar Eropa, mobil ini tersedia dalam dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh untuk varian Standard Range dengan proyeksi jarak tempuh WLTP hingga 344 kilometer dan 61 kWh untuk Long Range yang menargetkan jarak tempuh hingga 496 kilometer.

Hyundai menyebut Ioniq 3 mengusung tipologi baru "Aero Hatch" dengan koefisien hambatan udara sebesar 0,263 yang dirancang untuk menyeimbangkan efisiensi aerodinamika dan ruang kabin.

Desain tersebut dipadukan dengan bahasa desain "Art of Steel", lampu khas pixel, serta empat titik pencahayaan yang merujuk pada huruf "H" dalam kode Morse.

Di sektor performa, hatchback ramah lingkungan ini menggunakan penggerak roda depan dengan tenaga hingga 107,8 kW (147 PS), torsi maksimum 250 Nm, serta kecepatan puncak 170 km per jam.

Pengisian daya cepat DC dari 10 hingga 80 persen diklaim dapat dilakukan dalam waktu sekitar 29 menit pada kondisi optimal, sementara pengisian AC mendukung hingga 22 kW.

Hyundai juga membekali Ioniq 3 dengan kabin berkonsep "Furnished Space" yang menawarkan konfigurasi lima tempat duduk, termasuk ruang yang diklaim mampu mengakomodasi tiga penumpang dewasa di bangku belakang.

Mobil ini memiliki kapasitas bagasi 441 liter yang terdiri atas ruang bagasi 322 liter dan Megabox 119 liter di bawah lantai bagasi.

Sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS (AAOS) menjadi salah satu fitur utama, didukung Hyundai Digital Key 2, Plug & Charge, perencana rute kendaraan listrik terintegrasi, serta fungsi Vehicle-to-Load (V2L) untuk penggunaan daya di dalam maupun luar kendaraan.

Untuk keselamatan, Ioniq 3 dilengkapi Hyundai SmartSense yang mencakup Highway Driving Assist 2 (HDA2), Remote Smart Parking Assist (RSPA), Memory Reverse Assist (MRA), Surround View Monitor (SVM), Blind-Spot View Monitor (BVM), tujuh airbag, serta lampu proyeksi LED dengan Intelligent Front-Lighting System (IFS).

Secara dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan jarak sumbu roda 2.680 mm. Model ini diproduksi di pabrik Hyundai Motor Türkiye di İzmit untuk memenuhi kebutuhan mobilitas listrik di pasar Eropa.

Selain memperkenalkan Ioniq 3, Hyundai juga akan menampilkan total 14 kendaraan pada GIIAS 2026, termasuk empat model baru yang terdiri atas SUV listrik, MPV listrik, MPV hybrid, serta kendaraan listrik tujuh penumpang terbaru yang diproduksi secara lokal di Indonesia.

Dari sejumlah model baru yang akan meluncur tersebut, Fransiscus menyebut SUV listrik besar Ioniq 9 juga akan menjadi salah satunya.

Hyundai juga menyiapkan program penjualan berupa potongan harga hingga Rp50 juta bagi konsumen yang membeli Stargazer Cartenz selama pameran.

0 comments

    Leave a Reply