Laju Inflasi di Bawah Ekspektasi, IHSG Melemah di Tengah Penguatan Bursa Asia
IVOOX.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa sore ditutup melemah 23,7 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.043,84, di tengah kenaikan bursa saham regional Asia.
Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji di Jakarta, Selasa, mengatakan, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi sejumlah sentimen seperti kinerja data-data inflasi Indonesia yang masih di bawah ekspektasi pasar dan program vaksinasi massal dari pemerintah.
"Market menanti stimulus dari Biden dan market juga menanti hasil GDP Indonesia. Bayang-bayang resesi masih menghantui para pelaku investor," ujar Nafan, dikutip Antara.
Dibuka menguat, pada sesi pertama IHSG dominan berada di zona hijau. Namun pada sesi kedua, IHSG terkoreksi dan tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor teknologi paling tinggi yaitu 4,21 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor properti dan real estat masing-masing 1,1 persen dan 0,93 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer masing-masing sebesar 3,62 persen dan 0,48 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp542,99 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.706.953 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,34 miliar lembar saham senilai Rp17,8 triliun. Sebanyak 247 saham naik, 234 saham menurun, dan 146 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 271,12 poin atau 0,97 persen ke 28.362,17, Indeks Hang Seng naik 355,84 poin atau 1,23 persen ke 29.248,7, dan Indeks Straits Times meningkat 17,78 atau 0,61 persen ke 2.916,26.

0 comments