Kunjungan Kerja Prabowo di Inggris Hasilkan Komitmen Investasi hingga Kerja Sama Pendidikan | IVoox Indonesia

12 Maret 2026

Kunjungan Kerja Prabowo di Inggris Hasilkan Komitmen Investasi hingga Kerja Sama Pendidikan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris pada Kamis (22/1/2026). IVOOX.ID/Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden

IVOOX.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan membawa sejumlah capaian meliputi komitmen investasi bernilai miliaran poundsterling, penguatan kerja sama sektor maritim, hingga kolaborasi strategis di bidang pendidikan tinggi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, selama berada di Inggris Presiden Prabowo menjalani beberapa pertemuan penting, termasuk dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Inggris Charles III.

“Jadi hari ini tanggal 21 Januari 2026, Bapak Presiden sudah selesai melaksanakan kegiatan di Inggris. Jadi ada beberapa pertemuan, yang pertama dengan Perdana Menteri Starmer,” ujar Seskab Teddy kepada awak media di Bandar Udara Stansted, London, Inggris.

Dari pertemuan tersebut, lanjut Teddy, terdapat tiga kesepakatan utama yang menjadi hasil signifikan kunjungan Presiden Prabowo. Pertama, komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama di sektor maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

“Nah yang menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” ujar Teddy.

Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, seperti King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, University of Edinburgh, serta sejumlah universitas unggulan lainnya.

“Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM, science, technology, engineering, and mathematics, itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,” kata Teddy.

Kerja sama pendidikan tersebut mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen. Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group juga diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing serta peringkat universitas Indonesia di tingkat global.

Di sela kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo tetap menjalankan agenda strategis nasional. Teddy mengungkapkan bahwa Presiden memimpin rapat koordinasi secara daring dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

“Setelah rapat itu menerima laporan dari Satgas, Bapak Presiden memutuskan untuk mencabut izin perusahaan yang telah terbukti melanggar,” kata Teddy.

Teddy menegaskan seluruh agenda kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia. “Intinya ini Bapak Presiden kalau ke luar negeri, itu beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply