KTT ke-48 ASEAN Sepakati Adopsi Kerja Sama Maritim, Iklim, hingga AI | IVoox Indonesia

May 9, 2026

KTT ke-48 ASEAN Sepakati Adopsi Kerja Sama Maritim, Iklim, hingga AI

ASEAN handshake
Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) berfoto bersama dengan pose khas “ASEAN handshake” saat upacara pembukaan KTT Ke-48 ASEAN dan Pertemuan Terkait di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

IVOOX.id – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengadopsi beberapa kesepakatan penting yang bertujuan memperkuat kerja sama regional dalam bidang keamanan maritim, aksi iklim, penanggulangan bencana, dan inovasi digital.

Menyampaikan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN dan Pertemuan Terkait di Cebu, Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. mengatakan bahwa salah satu dokumen utama yang diadopsi adalah Deklarasi Para Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Maritim.

“Deklarasi tersebut juga mencakup usulan pembentukan Pusat Maritim ASEAN di Filipina,” kata Marcos di hadapan media lokal dan internasional, Jumat (8/5/2026), dikutip dari Antara.

Deklarasi tersebut menegaskan kembali komitmen kolektif ASEAN untuk memperdalam kerja sama maritim dan mengakui sifat multidimensi isu-isu maritim, termasuk keselamatan navigasi, keamanan maritim, dan koordinasi regional.

Para pemimpin regional juga mengadopsi Deklarasi ASEAN tentang Pemberdayaan Pemuda dalam Aksi Iklim dan Ketahanan Bencana, yang menyoroti peran generasi muda dalam pengurangan risiko iklim dan kesiapsiagaan bencana.

Hasil penting lainnya adalah adopsi Pernyataan Para Pemimpin ASEAN tentang Konvergensi ASEAN dalam Respons Bencana, yang memperkenalkan Kerangka ASEAN Strategic Protocol for Emergency and Comprehensive Transformation (ASPECT) untuk memperkuat koordinasi darurat regional dan mekanisme tanggap bencana.

Lebih lanjut, Marcos mengatakan para pemimpin ASEAN juga mengakui meningkatnya peran inovasi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan perangkat digital, dalam meningkatkan prakiraan energi, pemantauan sistem pangan, dan penyaluran perlindungan sosial, sambil memastikan teknologi tersebut tetap berlandaskan akuntabilitas dan standar internasional.

Presiden Filipina itu juga menyoroti dukungan Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk program-program ASEAN yang mencakup konektivitas regional, keamanan energi, pasar modal, ketahanan pangan, kesiapan AI, ekonomi biru, perlindungan sosial, dan kesehatan masyarakat.

“Kami menantikan peningkatan kerja sama dengan ADB melalui dukungan yang direncanakan untuk berbagai inisiatif utama ASEAN seperti ASEAN Power Grid, ASEAN Capital Markets Initiative, kesiapan AI, ekonomi biru, dan ketahanan sungai,” ucap Marcos.

Perkembangan besar lainnya selama KTT adalah adopsi Protokol Cebu untuk Mengubah Piagam ASEAN, amendemen pertama terhadap piagam ASEAN sejak ditandatangani pada tahun 2007.

Marcos mengatakan amendemen tersebut mendukung evolusi berkelanjutan ASEAN sebagai komunitas regional yang lebih kuat dan lebih inklusif, serta memperkuat integrasi Timor Leste ke dalam blok regional.

Para pemimpin ASEAN juga mengakui kemajuan dalam pilar Politik-Keamanan, Ekonomi, dan Sosial-Budaya seiring kawasan mulai mengimplementasikan Visi Komunitas ASEAN 2045.

ASEAN Izinkan Myanmar Mulai Ikuti Agenda Daring Juli

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akhirnya mengizinkan kehadiran menteri luar negeri (menlu) dan diplomat Myanmar mengikuti agenda sampingan secara virtual dalam pertemuan tingkat menlu ASEAN mulai Juli.

Mengutip Antara, sumber yang mengetahui permasalahan tersebut menyampaikan pada Kyodo, Jumat, 8 Mei 2026, bahwa kelonggaran terhadap Myanmar itu dibuat setelah ASEAN menyesuaikan dengan struktur pemerintahan baru di Myanmar yang dipimpin Presiden Min Aung Hlaing, bekas pemimpin junta.

Sejak kudeta militer Myanmar pada Februari 2021, ASEAN melarang kehadiran pemimpin Myanmar dalam agenda organisasi itu sejak Oktober 2021.

Sebelumnya, dalam pertemuan tingkat menlu ASEAN di Cebu, Kamis, 7 Mei 2026, Thailand mengusulkan agar Myanmar diizinkan ikut serta dalam pertemuan lanjutan pada Juli mendatang. Namun, menurut sumber tersebut, Singapura menentang usul Thailand itu dan menolak kehadiran menlu Myanmar dalam pertemuan utama secara langsung.

Meskipun upaya dialog dengan otoritas Myanmar tetap dilakukan setelah kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan sipil, ASEAN terus mengungkapkan keprihatinan atas konflik yang berlarut-larut di Myanmar.

ASEAN juga mendesak Myanmar untuk berkomitmen mengimplementasikan Konsensus Lima Poin, yang antara lain mencakup penghentian kekerasan serta fasilitasi pertemuan antara duta khusus ASEAN dengan semua pihak terkait.

Menurut sumber, menlu Filipina, yang negaranya memegang keketuaan ASEAN tahun ini sekaligus bertugas sebagai duta khusus ASEAN untuk Myanmar, melihat tidak ada penolakan atas kehadiran menlu Myanmar secara daring dalam pertemuan Juli mendatang.

ASEAN merupakan organisasi geopolitik dan ekonomi yang diikuti oleh Filipina, Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Myanmar.

0 comments

    Leave a Reply