Konflik Iran-AS Memanas lagi , Selat Hormuz Ditutup

IVOOX.id – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan akibat terkena tembakan peringatan.
Dalam pernyataan dalam kantor berita resmi IRNA pada Minggu, 12 Juli 2026, IRGC menyebut sejumlah kapal berupaya melintasi jalur yang tidak diizinkan meski telah berulang kali diperingatkan agar mengubah haluan dan menggunakan rute yang disetujui.
IRGC juga menyatakan satu kapal mematikan sistem operasinya sehingga membahayakan keamanan pelayaran.
Menurut IRGC, kapal tersebut terkena tembakan peringatan sebelum akhirnya dihentikan.
IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.
"Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," demikian pernyataan IRGC, dikutip dari Antara.
IRGC juga memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras, termasuk serangan terhadap pangkalan-pangkalan "musuh" lainnya di kawasan.
Selain itu, IRGC menyalahkan apa yang disebutnya sebagai "campur tangan asing yang melanggar hukum" atas insiden tersebut.
Iran juga menuding Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS bertanggung jawab atas segala konsekuensi jika eskalasi terus berlanjut.
Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.
Nota kesepahaman itu mencakup penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meski demikian, kedua negara kembali saling melancarkan serangan pekan ini terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.
Sebelumnya, militer Amerika Serikat pada Sabtu, 11 Juli 2026, menyatakan telah melancarkan serangan gelombang ketiga terhadap Iran pekan ini setelah pasukan Iran menyerang sebuah kapal niaga di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan serangan dimulai pada pukul 19.15 waktu setempat (18.15 WIB) atas perintah Presiden Donald Trump selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata melalui media sosial X, dikutip dari ANtara.
Menurut CENTCOM, serangan dilakukan setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy. Akibat serangan itu, satu awak sipil dilaporkan hilang.
Kapal tersebut juga tidak dapat melanjutkan pelayaran karena mengalami kebakaran di atas kapal dan kerusakan parah pada ruang mesin.
Seorang pejabat AS, seperti dikutip Axios, mengatakan IRGC menembakkan rudal ke arah kapal saat melintasi Selat Hormuz sehingga menyebabkan kerusakan.
Insiden itu terjadi sehari setelah pemerintahan Trump meminta Iran memberikan jaminan publik mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Jaminan tersebut menjadi salah satu syarat utama Washington untuk menghentikan siklus konflik dengan Teheran.
Serangan itu juga terjadi setelah perundingan di Muscat, Oman, yang melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dan sejumlah pejabat Qatar. Perundingan tersebut bertujuan mencari jalan keluar atas kebuntuan antara kedua negara.


0 comments