Komisi II DPR: Wacana WFH bagi ASN untuk Efisiensi BBM Jangan Kurangi Efektivitas Pelayanan Publik

IVOOX.id – Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey, meminta pemerintah menyusun desain kebijakan work from home (WFH) secara jelas dan terukur apabila akan diterapkan. Hal ini disampaikan sebagai respons atas usulan penerapan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah potensi dampak ekonomi konflik di Timur Tengah.
Usulan WFH sebelumnya disampaikan oleh Muhaimin Iskandar sebagai langkah efisiensi energi. Menanggapi hal tersebut, Bey menilai kebijakan tersebut perlu dirancang dengan matang agar tujuan penghematan dapat tercapai tanpa mengganggu pelayanan publik.
"Ketika nanti pemerintah akan menerapkan WFH, saya kira pemerintah perlu juga membuat desain WFH ini dengan jelas dan terukur," kata Bey dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Selasa (17/3/2026).
Politisi Partai NasDem itu juga mengapresiasi wacana penerapan WFH, terutama dalam momentum menjelang Idulfitri dan Nyepi yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat.
"Saya sebagai anggota Komisi II mengapresiasi usulan tersebut (WFH) dalam rangka efisiensi BBM. Memang beberapa hari lagi juga kita akan menghadapi libur Hari Raya Idulfitri dan Nyepi," katanya.
Menurut Bey, pemerintah perlu menghitung secara rinci potensi penghematan BBM dari kebijakan tersebut, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun ASN bekerja dari rumah.
"(Perlu dihitung) baik secara data berapa BBM yang kita mau hemat serta bagaimana pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan dengan baik dan efektif meskipun WFH diberlakukan," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penentuan instansi atau kementerian yang dapat menerapkan WFH, mengingat jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang besar dan beragam fungsi layanan publik yang dijalankan.
"Karena instansi dan kementerian kan banyak ada berapa ribu PNS. Tinggal instansi/kementerian mana saja yang akan menyelenggarakan WFH dengan rentang waktu yang sudah ditetapkan, mungkin nanti di situ akan terlihat berapa BBM yang bisa dihemat," katanya.


0 comments