Kominfo Kampanyekan Gerakan Sosial 3P Untuk Cegah Stunting

Ilustrasi: Ivoox.id

IVOOX.id, Jakarta – Meningkatnya kejadian stunting akan menjadi salah satu penghalang bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia, untuk itu pemerintah terus mengkampanyekan pencegahan stunting.

Stuning akan menjadi penghalang untuk mencetak generasi masa depan yang baik dan juga sehat, salah satu penyebab stunting adalah kesalahan pengasuhan bayi sejak dalam kandungan.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa terdapat 23,2% kehamilan di usia 10-19 tahun. Perkawinan dan kehamilan di usia tersebut terbukti memiliki risiko sangat besar melahirkan bayi stunting. Ibu yang menikah di usia 15-19 tahun saja 42,2% di antaranya melahirkan balita pendek.

Semakin muda usia perkawinan, semakin besar risiko melahirkan bayi stunting. Kasus stunting yang terjadi di keluarga miskin sebesar 48,4% dan pada keluarga kaya sebesar 29,0%.

Permasalahanya para ibu sering kali meiliki pengetahun yang minim dalam pengasuhan anak sejak dalam kandungan. Faktanya saat ini 60% dari anak usia 0 – 6 bulan tidak mendapatkan ASI eklusif. Sebanyak 2 – 3 anak usia 0 – 24 bulan tidak menerima MP – ASI.

Direktur Informasi dan Komunikasi PMK, Ditjen IKP Kemenkominfo Wiryanta mengatakan bahwa Kementerian Kominfo sesuai amanat ratas sebagai koordinator kampanye nasional, telah melakukan kampanye menggunakan berbagai media, TV, Radio, media cetak, online, medsos sampai pertunjukan rakyat dan forum. Pada Tahun 2018, pada  cakupan wilayah pada daerah prioritas sekitar 100 Kabupaten/Kota.

“Kita juga mempunyai gerakan sosial 3P (PEDULI, PAHAMI dan PARTISIPASI). hal ini bisa membantu mengurangi keberadaan gizi buruk. PEDULI, mulai peduli lingkungan sekitar, lihat kondisi balita di keluarga atau lingkungan sekitar. PAHAMI, carilah informasi sebanyak mungkin, melalui media apapun tentang stunting atau kekurangan gizi kronik ini. Terakhir, BERPARTISIPASI, berikan informasi yang benar pada keluarganya dan edukasi mereka,” pungkasnya.

Penyebab stunting lainya adalah kurangnya akses ke makanan bergizi. Faktanya, 1 dari 3 ibu hamil menderita anemia. Untuk itu pemerintah terus mengupayakan harga makanan bergizi yang terjangkau.

Data terbaru dari pemerintah, balita dengan stunting yang tinggi masih banyak di pedesaan, namun angkanya berbeda tipis dengan perkotaan. Sejauh ini, hanya ada satu provinsi yang tidak mengalami Gizi Kronik atau stunting yaitu DKI Jakarta.