KKP Umumkan Rencana Ocean Impact Summit 2026 di Bali, Tindak Lanjut Partisipasi Indonesia di WEF Davos | IVoox Indonesia

February 3, 2026

KKP Umumkan Rencana Ocean Impact Summit 2026 di Bali, Tindak Lanjut Partisipasi Indonesia di WEF Davos

Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP
Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP, Hendra Yusran Siry bersama Ketua Tim Kerja Sama Multilateral KKP, Desri Yanti. dan Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin dalam konferensi pers di kantor KKP pada Rabu (28/1/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memaparkan hasil keikutsertaan Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. Salah satu agenda penting yang mengemuka dari forum global tersebut adalah rencana penyelenggaraan Ocean Impact Summit 2026 yang akan digelar di Bali pada 8–9 Juni 2026.

Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP, Hendra Yusran Siry, menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari berbagai pembahasan strategis yang dilakukan Indonesia selama menghadiri WEF 2026. Menurutnya, Ocean Impact Summit akan menjadi ruang lanjutan untuk membawa isu kelautan ke tingkat implementasi yang lebih nyata.

“Ini yang akan kita laksanakan di bulan Juni nanti,” kata Hendra dalam jumpa pers resmi di Jakarta, Selasa (23/1/2026).

World Economic Forum merupakan forum tahunan berskala global yang diikuti sekitar 3.000 peserta dari 130 negara. Forum ini dihadiri oleh puluhan kepala negara, ratusan CEO perusahaan global, serta pemangku kepentingan lintas sektor yang membahas berbagai isu strategis dunia.

“Ada 3.000 peserta kurang lebih di sana dari 130 negara,” ujar Hendra.

Pada penyelenggaraan WEF 2026, isu kelautan menjadi salah satu sorotan utama melalui tema Blue Davos atau Tahun Air. Dalam rangkaian diskusi tersebut, sejumlah persoalan krusial dibahas, mulai dari pemanasan laut, keamanan pangan global, hingga masih minimnya investasi di sektor ekonomi biru.

KKP menilai, perhatian dunia terhadap isu laut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai negara maritim. Oleh karena itu, rencana penyelenggaraan Ocean Impact Summit di Bali disebut sebagai bagian dari hasil strategis keikutsertaan Indonesia dalam WEF Davos.

Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta komunitas internasional untuk mendorong kerja sama dan investasi di sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Dukungan terhadap pelaksanaan Ocean Impact Summit 2026 juga diperkuat melalui penandatanganan Letter of Intent antara KKP dan World Economic Forum. Kesepakatan tersebut membuka akses jejaring global yang lebih luas, termasuk peluang masuknya investor internasional ke sektor kelautan Indonesia.

“Penandatanganan Letter of Intent antara pemerintah Indonesia dengan WEF,” ujar Ketua Tim Kerja Sama Multilateral KKP, Desri Yanti.

Pemerintah menargetkan Ocean Impact Summit 2026 tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi biru global, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap isu kelautan. Laut diharapkan tidak semata dilihat sebagai objek konservasi, melainkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Rencana penyelenggaraan forum tersebut, kata KKP, juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo menyampaikan tentang akan diselenggarakannya Ocean Impact Summit di Bali nantinya,” ucap Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin.

0 comments

    Leave a Reply