KKP Perkuat Sistem Mutu Nasional untuk Jaga Kepercayaan Pasar Ekspor Perikanan di 147 Negara | IVoox Indonesia

February 14, 2026

KKP Perkuat Sistem Mutu Nasional untuk Jaga Kepercayaan Pasar Ekspor Perikanan di 147 Negara

Kepala Badan Mutu KKP Ishartini
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini bersama Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud dalam konferensi pers di media center KKP Kamis (11/12/2025). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa strategi perluasan ekspor produk perikanan Indonesia tidak hanya bergantung pada peningkatan volume, tetapi terutama pada penguatan sistem mutu dan pengawasan nasional dari hulu ke hilir. Komitmen ini menjadi kunci keberhasilan produk Indonesia diterima di 147 negara sepanjang 2025, setara dengan hampir 76 persen negara anggota PBB.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi pemerintah dalam memperkuat standar mutu di seluruh rantai produksi. “Kami memperketat berbagai proses pengawasan dan memastikan seluruh unit pengolahan menerapkan ketertelusuran yang akuntabel. Itu yang membuat produk kita dipercaya di 147 negara,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (11/12/2025).

Di lapangan, pengawasan dilakukan secara ketat terhadap 1.104 unit pengolahan ikan di seluruh Indonesia. Proses tersebut mencakup verifikasi sistem ketertelusuran, pemenuhan standar higienitas, serta penerapan prosedur pengolahan yang sesuai standar internasional. Selain itu, monitoring mutu di tingkat daerah juga terus ditingkatkan. Hingga akhir 2025, pengawasan telah dilakukan di 25 kabupaten/kota sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

Penguatan mutu juga dipercepat melalui sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), standar keamanan pangan yang menjadi syarat utama ekspor. Dari target 3.000 sertifikat sepanjang 2025, sebanyak 2.986 telah diterbitkan. “HACCP bukan sekadar syarat ekspor, tetapi menjadi bukti bahwa produk kita aman dikonsumsi dan diproses sesuai standar pengendalian risiko yang ketat,” kata Ishartini.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menekankan pentingnya pengendalian mutu mulai dari proses budidaya, penangkapan, pengolahan, hingga distribusi ke konsumen. Ia menyebut pengawasan menyeluruh diperlukan untuk memastikan ikan tetap sehat, berkualitas, dan bebas kontaminan, termasuk mikroplastik. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga mutu menjadi benteng utama agar produk Indonesia mampu bersaing di tengah semakin ketatnya persaingan pasar global.

Lebih dari sekadar upaya penetrasi pasar, Badan Mutu KKP menegaskan bahwa penguatan sistem mutu juga bertujuan melindungi masyarakat di dalam negeri dari produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan. Pengendalian mutu yang kuat disebut menjadi fondasi penting bagi reputasi Indonesia sebagai produsen perikanan yang andal, aman, dan berdaya saing tinggi.

0 comments

    Leave a Reply