KKP Pastikan Hak Korban Kecelakaan Pesawat Dipenuhi, Pencarian Masih Berlangsung | IVoox Indonesia

10 Maret 2026

KKP Pastikan Hak Korban Kecelakaan Pesawat Dipenuhi, Pencarian Masih Berlangsung

antarafoto-pendataan-keluarga-korban-pesawat-atr-42-500-1768813407-1
Petugas menerima foto dari keluarga korban Pesawat ATR 42-500 di Pos Antemortem DVI Biddokkes Polda Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026). Biddokkes Polda Sulsel telah menerima tujuh sampel data berupa darah dan air liur dari keluarga korban jatuhnya Pesawat ATR 42-500 untuk keperluan forensik. ANTARA FOTO/Hasrul Said

IVOOX.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pemenuhan seluruh hak pegawai yang menjadi korban kecelakaan pesawat air surveillance di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Selain itu KKP juga menegaskan, proses pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan

 “Kami memastikan seluruh hak pegawai KKP yang menjadi korban diserahkan kepada keluarga, dan pendampingan terus kami lakukan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers, Kamis (22/1/2026).

Trenggono menegaskan, pihaknya berkomitmen mendampingi keluarga korban serta menjamin seluruh hak kepegawaian disalurkan, termasuk santunan dan asuransi kecelakaan kerja. Salah satu korban, Deden Maulana, pegawai KKP, telah diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan di Makassar.

Kemudian dan pada Kamis, 22 Januari 2026 jenazah Deden diterbangkan ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, jenazah Deden disemayamkan di Kampus Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu sebelum dimakamkan di Garut. Prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah dilaksanakan secara kedinasan. 

"Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum, KKP memberikan kenaikan pangkat anumerta dari Penata Muda Tingkat I (III/b) menjadi Penata (III/c) serta beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi bagi putra almarhum," katanya.

Menurut Sakti, almarhum Deden ditemukan oleh Tim SAR pada 18 Januari di jurang sedalam sekitar 200 meter. Namun, evakuasi baru dapat dilakukan pada 21 Januari pagi menggunakan helikopter Basarnas karena terkendala cuaca buruk. Ia berharap proses pencarian korban lainnya segera membuahkan hasil dan mendoakan keselamatan seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR.

Deden Maulana merupakan jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel. Sebelumnya, jenazah pramugari Indonesia Air Transport, Florencia Lolita Wibisono, telah lebih dulu teridentifikasi. Sementara satu korban lain yang ditemukan masih dalam proses identifikasi, dan tujuh korban lainnya masih dalam pencarian.

 "Seluruh korban berada dalam pesawat jenis ATR 42-500 yang tengah menjalankan misi patroli udara pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan saat kecelakaan terjadi pada 17 Januari lalu," ujar Trenggono.

0 comments

    Leave a Reply