KKP Klaim Dampak Bencana Sumatra Dinilai Minim terhadap Kinerja Ekspor Perikanan Nasional | IVoox Indonesia

February 14, 2026

KKP Klaim Dampak Bencana Sumatra Dinilai Minim terhadap Kinerja Ekspor Perikanan Nasional

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud dalam konferensi pers di media center KKP Kamis (11/12/2025). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap total ekspor perikanan nasional. Penilaian ini disampaikan Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Kamis, 11 Desember 2025. 

Menurut Machmud, bencana tersebut memang memberikan tekanan terhadap aktivitas ekspor perikanan di Sumatera Utara, mengingat provinsi tersebut merupakan salah satu sentra ekspor utama yang pasokan bahan bakunya banyak berasal dari Aceh. “Kalau kita bicara bencana yang kemarin, memang di sana yang paling besar ekspornya adalah di Sumatera Utara, dan Sumatera Utara itu di-supply dari Aceh. Tentu akan mempengaruhi dari capaian target Sumatera Utara,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dampak tersebut tidak cukup besar untuk mengganggu capaian ekspor nasional. Hal ini karena kontribusi terbesar ekspor perikanan Indonesia datang dari wilayah lain di luar zona bencana, terutama Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, serta DKI Jakarta. “Tetapi kalau dilihat secara total Indonesia, Sumatera Utara memang termasuk dalam 10 besar, tetapi yang paling besar kan di Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan. Itu yang besar, terutama untuk udang, tapi posisinya tidak tertinggi. Yang tertinggi adalah Jawa Timur, Jawa Barat, kemudian DKI Jakarta itu yang tinggi,” katanya.

KKP juga telah melakukan pendataan terhadap Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang terdampak banjir. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar kerusakan dialami oleh UPI berkapasitas kecil. Meski begitu, kementerian memastikan bahwa proses penanganan sudah berjalan. “Yang terdampak memang unit pengolahan yang cukup kecil. Itu kami sudah punya datanya, mana-mana saja yang terdampak dari bencana ini,” ujar Machmud.

Sebagai langkah responsif, KKP membentuk Satuan Tugas khusus yang bekerja sejak fase awal bencana hingga tahap pemulihan rantai pasok. Satgas ini melibatkan seluruh eselon satu untuk memastikan pemulihan berjalan merata bagi seluruh pelaku industri perikanan di wilayah terdampak. “Dan kita akan lakukan bagaimana pemulihannya. Kita sudah ada tim Satgas dari KKP, di situ ada Satgas kaitan dengan penanggulangan bencana awal, kemudian juga operasional distribusi dan ada pemulihan. Jadi, Satgas pemulihan ini adalah semua eselon satu ini harus melakukan pemulihan terutama stakeholder-stakeholder yang ada di sana,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply