KKP Genjot Ekspor Kelautan Lewat IEU-CEPA, Targetkan Perbesar Pasar Eropa | IVoox Indonesia

February 14, 2026

KKP Genjot Ekspor Kelautan Lewat IEU-CEPA, Targetkan Perbesar Pasar Eropa

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud dalam konferensi pers di media center KKP Kamis (11/12/2025). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemanfaatan maksimal perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai strategi memperkuat ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia ke pasar Eropa. Perjanjian yang saat ini memasuki tahap finalisasi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi komoditas unggulan nasional berkat skema tarif nol yang ditawarkannya.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, menjelaskan bahwa IEU-CEPA merupakan kesempatan strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global. Dengan tarif nol, ia menilai produk perikanan Indonesia akan jauh lebih kompetitif dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen di Eropa.

Penandatanganan IEU-CEPA ditargetkan berlangsung pada Januari 2026 oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso. Tahap penyelesaian draf hukum serta proses penerjemahan ke berbagai bahasa resmi Uni Eropa saat ini sedang berjalan. Pemerintah memastikan persiapan dilakukan secara matang agar implementasi perjanjian tersebut berjalan lancar.

Sebelum IEU-CEPA berlaku penuh, sejumlah komoditas perikanan seperti udang dan tuna sudah mencatat peningkatan ekspor ke Eropa. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk kelautan Indonesia cukup tinggi. Hadirnya perjanjian tersebut diperkirakan akan semakin memperkuat tren positif ini. Bahkan untuk produk turunan rumput laut seperti agar-agar dan kerajinan, Indonesia telah mengamankan kontrak dagang senilai USD 13,65 juta melampaui target awal sebesar USD 8 juta.

Machmud meyakini bahwa implementasi penuh IEU-CEPA akan membawa akselerasi signifikan bagi ekspor produk kelautan Indonesia. Menurutnya, ini merupakan momen penting untuk memperluas diversifikasi pasar sekaligus memaksimalkan peluang yang ditawarkan pasar Eropa.

Untuk mendukung upaya peningkatan ekspor, KKP juga menyiapkan strategi promosi yang lebih intensif. Salah satunya dengan mengundang calon pembeli dari Eropa untuk mengunjungi langsung unit pengolahan ikan di Indonesia. Inisiatif ini akan dilakukan sekitar Mei atau Juni 2026, setelah pameran di Barcelona pada April 2026. “Insya Allah, rencananya pada 2026 sekitar Mei atau Juni, setelah pameran di Barcelona pada April 2026. Kami akan mengundang mereka ke Indonesia untuk kegiatan promosi,” ujar Machmud dalam konferensi pers Kamis (11/12/2025).

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa IEU-CEPA berada pada tahap final. Penyelesaian seluruh aspek hukum dan teknis terus dipastikan agar penandatanganan dapat dilakukan sesuai target. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan perjanjian ini akan menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan perdagangan Indonesia–Eropa sekaligus memberikan dorongan besar bagi ekspor nasional.

Dengan peluang tarif nol, promosi intensif, serta target penandatanganan pada awal 2026, pemerintah berharap IEU-CEPA dapat menjadi penggerak utama peningkatan daya saing dan penetrasi produk kelautan Indonesia di pasar Eropa.

0 comments

    Leave a Reply