Kerja Sama Indonesia-India, dari Rudal BrahMos hingga Integrasi QRIS-UPI | IVoox Indonesia

July 9, 2026

Kerja Sama Indonesia-India, dari Rudal BrahMos hingga Integrasi QRIS-UPI

Sekretaris (Timur), Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon
Sekretaris (Timur), Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon (dua kiri) saat berbicara dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

IVOOX.id – Pemerintah India menyatakan bahwa kerja sama terkait rudal BrahMos dan rudal udara-ke-udara dengan Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemandirian serta kapabilitas pertahanan kedua negara berdasarkan sistem yang dikembangkan sendiri. Kerja sama lainnya terkait integrasi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan Unified Payments Interface (UPI). 

“BrahMos dan rudal udara-ke-udara, merupakan area baru dalam kolaborasi kita. Manfaatnya sudah jelas, yaitu kita menjadi mandiri, kita mengembangkan kapabilitas kita sendiri berdasarkan sistem yang kita miliki dan kuasai,” kata Sekretaris (Timur) untuk Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (7/7/2026), dikutip dari Antara.

Tandon menyampaikan kerja sama rudal jelajah supersonik BrahMos dan rudal udara-ke-udara menjadi salah satu fokus baru dalam memperkuat hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus mengimplementasikan Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah disepakati antar kedua negara berkembang tersebut.

“Kita berdua adalah negara berkembang. Kita telah memutuskan untuk saling berkolaborasi guna membantu satu sama lain. Ini adalah bagian dari kolaborasi pertahanan, dan sangat melekat pada kemitraan strategis komprehensif yang kita miliki,” kata Tandon.

Sembari menegaskan pentingnya kerja sama di bidang pertahanan melalui pengadaan senjata militer, Tandon menyampaikan bahwa diskusi di tingkat kepala negara berfokus pada area kolaborasi, bukan pada rincian kesepakatan komersial.

Menurut dia, rincian perjanjian komersial akan dilakukan oleh masing-masing pihak terkait, yakni BrahMos Aerospace bersama Kementerian Pertahanan RI untuk BrahMos, dan Bharat Dynamics Limited (BDL) bersama Republikorp untuk rudal udara-ke-udara.

“Perjanjian komersial sebenarnya tidak dibahas di tingkat tertinggi. Hal-hal tersebut diserahkan kepada perusahaan masing-masing untuk diselesaikan. Namun, saya dapat memberi tahu bahwa ini adalah area kolaborasi yang penting, dan ada diskusi mendalam mengenai hal tersebut,” ungkap Tandon.

Adapun kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa.

Kerja sama pertahanan dalam pengadaan rudal BrahMos dan rudal udara ke udara pun menjadi bagian dari total 16 dokumen kerja sama yang diumumkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut.

PM Modi, saat menyampaikan pernyataan bersamanya dengan Presiden Prabowo di Ruang Kredensial Istana Merdeka, menegaskan komitmen India untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang termasuk pertahanan, manajemen penanggulangan bencana, dan keamanan, khususnya di wilayah perairan Samudera Hindia.

Selanjutnya, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyampaikan harapan agar integrasi sistem pembayaran QRIS Indonesia dengan UPI India dapat tuntas pada akhir 2026.

“Saya berharap pada akhir tahun nanti kita akan melihat terwujudnya integrasi antara QRIS dan UPI,” katanya di kesempatan yang sama, dikutip dari Antara.

Menurut Chakravorty, pembahasan teknis terkait integrasi tersebut saat ini masih berlangsung antara penyelenggara sistem pembayaran di Indonesia dengan mitra di India. Selain itu, proses integrasi teknologi juga telah memasuki tahap yang sangat lanjut.

“Kami berharap pembahasan tersebut beserta integrasi teknologinya dapat segera diselesaikan. Jadi, proses ini masih berlangsung, tetapi sudah berada pada tahap yang sangat lanjut,” jelas dia.

Dubes mengatakan pemimpin Indonesia dan India telah menyampaikan keinginan agar integrasi sistem pembayaran kedua negara dapat segera diwujudkan. Arahan tersebut, lanjut dia, menjadi dorongan bagi para pihak yang tengah melakukan negosiasi untuk mempercepat penyelesaian proses integrasi.

“Mengingat kedua pemimpin telah menyatakan keinginan agar proses ini segera diwujudkan, saya yakin arahan tersebut telah diteruskan kepada para pihak yang sedang melakukan perundingan untuk segera menuntaskan negosiasi,” kata Chakravorty.

Terkait integrasi QRIS dan UPI tersebut, di hari yang sama di Istana Merdeka, Jakarta, PM Modi dan Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana mengintegrasikan sistem pembayaran asal dua negara tersebut.

Modi menilai jika kedua sistem pembayaran terintegrasi, maka itu dapat meningkatkan interaksi antar masyarakat dua negara sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi Indonesia-India.

Jika berhasil diimplementasikan, kode pembayaran QR Indonesia (QRIS) dapat digunakan untuk bertransaksi di India, sementara kode QR dari ekosistem pembayaran digital India (UPI) dapat digunakan di Indonesia.

0 comments

    Leave a Reply