Kenaikan Harga Minyak Dunia Tekan Ekonomi, Anggota DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif | IVoox Indonesia

30 Maret 2026

Kenaikan Harga Minyak Dunia Tekan Ekonomi, Anggota DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif

antarafoto-ceor-minas-akan-tambah-produksi-minyak-1760620174-1
Pekerja mengamati tanki minyak gathering station atau stasiun pengumpul minyak 1 di Minas, Siak, Riau, Kamis (16/10/2025). PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diharapkan mampu menambah sekitar 2.000 barel minyak per hari (Bopd) dari produksi saat ini 29.000 Bopd melalui proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Lapangan Minas yang akan berjalan mulai Desember 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

IVOOX.id – Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan pemerintah terhadap dinamika harga minyak dunia yang terus bergejolak.

“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” ujar Irsan dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (28/3/2026).

Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar terus memberikan tekanan terhadap harga energi global. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah dunia menunjukkan tren kenaikan signifikan yang berpotensi berdampak pada perekonomian nasional, termasuk Indonesia.

Sejumlah negara telah mengambil langkah antisipatif menghadapi situasi tersebut. Filipina, misalnya, menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia meningkatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Di sisi lain, negara seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam juga mengalami kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Kondisi ini dinilai menjadi sinyal penting bagi Indonesia untuk segera merumuskan kebijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran guna memitigasi dampak kenaikan harga energi global.

Ia menilai bahwa adanya selisih antara asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan realisasi harga di pasar berpotensi menambah beban fiskal negara. Tekanan tersebut terutama akan terasa pada pos subsidi dan kompensasi energi yang selama ini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Lebih lanjut, Irsan menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup pengelolaan subsidi secara hati-hati, peningkatan efisiensi anggaran, serta langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga energi di tingkat domestik.

“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujar politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.

Ia juga menyoroti dampak langsung kenaikan harga energi terhadap masyarakat, khususnya dalam hal daya beli dan potensi peningkatan inflasi. Menurutnya, lonjakan harga energi berisiko memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya, sehingga dapat menekan kondisi ekonomi masyarakat secara luas.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Irsan menilai diperlukan respons kebijakan yang adaptif dan terukur. Pemerintah diharapkan mampu menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi perkembangan yang sulit diprediksi.

“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply